[Elu harus datang ke rumah gue malam ini juga. Setelah shalat Isya, ya, inget. Nggak boleh telat.] Deg! Mataku langsung segar membaca pesan dari lelaki arogan dan suka memaksa itu. Ap-apa ...? Ke rumah Zaki? Malam-malam? Ngapain? Kok perasaanku mendadak tidak enak begini, ya? [Ngapain?] tanyaku diliputi rasa penasaran yang teramat sangat. Bagaimana tidak, bukankah permintaannya sedikit aneh? Ah tidak. Maksudku … sangat aneh. Lucu saja kalau aku harus ke rumah Pak Bos malam-malam. Apa dia ingin memintaku membuatkannya kopi seperti saat di kantor siang tadi? Kalau itu alasannya, kok, kayak kurang kerjaan banget, ya? Aku terdiam untuk beberapa lama saat mengira-ngira apa tujuan Zaki memintaku datang ke rumahnya di malam hari. Aku yang sedang melamun sembari terus menduga-duga, dibuat t

