40. Belajar menerima kenyataan

1696 Words

Laki-laki dengan kulit kecoklatan khas orang Indonesia itu sejak tadi terus mondar-mandir di depan pintu kamarnya. Sesekali tangannya meraih handle pintu, lalu urung saat kegugupan merajai. Dan selanjutnya, ia akan melakukan hal sama seperti tadi. Mengacak rambut, berkacak pinggang, lalu kembali berjalan ke sana ke mari. Seolah, dengan melakukan hal semacam itu segala kegugupan yang ia rasakan saat ini akan sirna.   “Kalau yang gue liat, dia naksir lo juga, si, Bang.”   Berawal dari satu kalimat yang Kino jabarkan beberapa hari yang lalu. Membuat ia tidak berani menemui Kamalea. Dan hingga hari ini, ia masih memikirkan banyak keraguan yang melintas. Kamalea baru saja patah hati dengan Deon, jadi mana mungkin akan langsung meliriknya? Apalagi, Revka tahu betul selera laki-laki Kamalea

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD