19

1007 Words

Jiles menolehkan kepalanya ke kanan dan ke kiri,  merasa kebingungan, karena ia tiba-tiba ada di kasur, dan hari sudah menjelang malam. Apa ia pingsan selama itu? Pikirnya. Siapa juga yang memindahkannya ke kasur? Apa ayah? Jiles buru-buru turun dari ranjangnya, dan berlari keluar kamar, berharap dugaannya benar, kalau ayahnya yang sudah memindahkannya ke kasur. Karena tandanya, ayahnya berada di rumah. Namun setibanya ia di ruang tengah, yang ia temukan malah Jina yang sedang membersihkan sisa-sisa darah di lantai. Peter tidak benar membersihkannya. Jiles tercenung. Menyadari ada kehadiran seseorang, Jina menolehkan kepalanya. Ia mematung saat melihat Jiles. "Kenapa kau ada di sini?" tanya Jiles. "A-ah, a-aku... aku kabur dari pamanku. Sebelumnya aku dikurung di rumah pamanku," bala

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD