14

1167 Words

Jiles mengerang kecil sembari membuka matanya. Tidurnya kurang nyenyak semalam, kepalanya pusing dan jantungnya berdebar-debar. Mungkin karena ia terlalu banyak minum obat, ditambah mimpi aneh juga. Ia tersentak kecil melihat ada sesuatu yang menyembul dari balik pinggir ranjangnya. Jiles mengulurkan sebelah kakinya dengan perlahan, untuk menyentuh sesuatu tersebut. Tidak, bukan menyentuh, ia malah menendangnya karena takut itu benda berbahaya. Duk! Satu tendangan mendarat cukup keras, hingga sesuatu itu bergerak-gerak, dan sebuah tangan pun memegangnya. "Huaa! Orang!" seru Jiles, saat sadar yang ia tendang tadi rupanya sebuah kepala orang. "Hei, aku Jina," kata si pemilik kepala, sembari menolehkan kepalanya kearah Jiles. "Hah? Ji-Jina?" Jina menatap datar Jiles. "Kenapa terkejut b

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD