15

965 Words

Srak! Jiles dan Jina, sama-sama membelalakan mata mereka, saat melihat pipi kanan Jiles yang tiba-tiba tergores, entah dengan apa. Darah langsung keluar, membuat Jina otomatis menutup hidung dan mulutnya. Aroma darah Jiles menguar sangat kuat, membuat kepala Jina pusing dan rasanya ingin segera menghabisi anak laki-laki itu. "Aku harus pergi sekarang," ucap Jina sembari memunggungi Jiles, beberapa detik kemudian ia pun menghilang, meninggalkan Jiles sendiri di kamarnya. Jina pasti marah mendengar perkataan Jiles, dan tanpa sadar akhirnya melukai pipinya. Luka goresnya, terasa sangat perih dan panas. Namun saking terkejutnya ia, Jiles sampai tidak bisa mengeluarkan suara erangan sedikitpun. ••• "Dari mana semalam?" tanya Jino.              "Dari rumah temanku," balas Jina, tanpa mau

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD