10

965 Words

Peter berjalan mendekati Jina, yang langsung bergerak mundur. "Kau bisa takut juga ternyata? Seseorang sepertimu... aku kira tidak ada takut-takutnya," celoteh Peter, sembari tersenyum miring. "Apa yang kau lakukan pada Jiles? Di mana Jiles?" tanya Jina dengan nada tinggi. "Jiles tidak kemana-mana. Dia hanya masih tidur karena pengaruh obat penenang," Jina terdiam, mematung, karena sedang mencoba mencerna apa yang terjadi. Dia tidak mengerti dengan maksud anak laki-laki di depannya kini. Kalau Jiles tidak kemana-mana, lalu dia dimana? Kenapa orang yang jelas-jelas terlihat seperti Jiles ini, tidak mengakui kalau dirinya adalah Jiles? Sebuah tangan tiba-tiba terulur padanya, membuat Jina berjenggit kaget dan sontak bergerak mundur, karena takut. "Hei, tenanglah, aku tidak mau menyakit

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD