Sakaya benar-benar tidak habis pikir. Sejak mereka memasuki panti jompo, ia sudah membayangkan berbagai kemungkinan yang mungkin terjadi ketika Nenek melihat Alden. Nenek mungkin akan terkejut. Nenek mungkin akan bertanya siapa laki-laki yang datang bersamanya. Nenek mungkin juga akan langsung menariknya ke samping dan menanyakan sejak kapan dirinya memiliki kekasih. Atau yang paling buruk, Nenek bisa saja tidak menyukai Alden karena laki-laki itu terlalu tiba-tiba masuk ke dalam kehidupannya. Namun yang terjadi setelah tiga puluh menit kemudian, wajah yang tadi nampak tidak bersahabat justru terlihat ramah pada Alden. Sakaya akhirnya mendekat lagi setelah tadi diminta untuk menjauh sebentar. “Nek...” panggil Sakaya. Alden dan Neneknya sontak menoleh. Mereka memang tadi akhirnya

