Dua minggu kemudian. Sakara masih belum kembali ke asrama. Awalnya Arka dan Nathan tidak terlalu memikirkannya. Mereka mengira Sakara hanya sedang memiliki urusan lain yang membuatnya belum bisa kembali. Namun semakin lama, keduanya mulai merasa ada sesuatu yang berbeda dari suasana asrama. Pagi itu, Arka duduk di sofa sambil memperhatikan ruangan yang terasa lebih sepi dari biasanya. Ia kemudian melirik ke arah Nathan yang sedang membaca buku. “Gue baru sadar, kayak ada yang kosong.” ujar Arka. Nathan mengangkat wajah. “Kosong apanya?” “Entah karena gue udah biasa sama kehadiran Sakara, atau karena kamar yang biasanya berempat tiba-tiba berkurang satu.” Arka mengedarkan pandangan ke sekitar mereka. “Padahal dulu kita cuma bertiga dan biasa aja.” Nathan menghela napas kecil. “Bukann

