Sakaya akhirnya meletakkan kedua kopernya di samping tempat tidur yang sudah ditentukan untuknya. Setelah itu, ia mulai merapikan barang-barangnya. Tidak membutuhkan waktu terlalu lama karena sebagian besar barang yang dibawanya memang sudah dipersiapkan Mahes. Beberapa pakaian ia masukkan ke dalam lemari, sementara barang-barang lainnya ia tata di atas meja dan tempat yang menurutnya paling mudah dijangkau. Setelah semuanya selesai, Sakaya melirik jam yang terpasang di dinding. Pukul setengah sepuluh pagi. “Kenapa waktu seolah berjalan lambat banget?” gumam Sakaya tak habis pikir. Ia kemudian berjalan menuju meja belajar yang berada di samping tempat tidurnya. Duduk di sana, Sakaya mengeluarkan ponselnya. Ponsel miliknya sendiri. Sementara ponsel Sakara ia letakkan di atas meja,

