Bab 14. Istriku yang Absurd

1094 Words

Tidak! Tidak! Aku kesiangan. Sangat-sangat kesiangan untung lagi nggak solat. Kejamnya. Tak kusangka Pak Rifat tega tidak membangunkanku padahal dia kayaknya rajin bangun pagi. Harusnya jam 7.00 pagi ini aku telah siap dan kami bisa pergi ke kota sesegera mungkin sebelum ibu mertua mencari. Oh, ya, apa mungkin dia masih marah sama aku akibat semalam? Tapi, kan kata dia sendiri dibanding nahan kentut lebih baik nahan napas. Namun, kuakui semalam aku telah keterlaluan. Ini sih siaga satu namanya, aku yakin dia sekarang sedang marah dan aku harus minta maaf. LAGI. Eh, tapi di mana dia? Kok, nggak kelihatan? Tikarnya pun sudah rapi. Duh, semoga dia masih mau membantuku menagih hutang. Cklek. Aku berjalan mengendap-ngendap keluar kamar tapi rasanya percuma ternyata yang kutemukan adal

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD