BAB 6

554 Words
JIO POV Aku mengintai Sandra saat kekasihnya pergi meninggalkannya seorang diri di dalam kamar. Aku mengambil kesempatan untuk bertemu dengannya. Aku mengetuk pintu kamarnya dan ia sangat terkejut melihat kehadiranku. Saat ia berusaha menutup pintu, aku mencoba mendorong pintunya dan aku berhasil masuk ke dalam kamar. " Apa maumu?!" " Kau bertanya apa mauku?! Seharusnya kau sudah tau tujuanku datang kesini!" " Sebaiknya kau pergi dari sini!" " Aku tidak akan pergi sebelum kau menjelaskan semuanya!" " Apa lagi yang perlu di jelaskan? Aku rasa tidak ada lagi!" " Aku tidak terima kau meninggalkanku tanpa memberi penjelasan padaku! Kau membawa semua isi brankasku!" " Seenaknya saja kau menuduhku yang membawa seluruh isi brankasmu!" " Aku tidak menuduh karena semuanya fakta" " Terserah kau berkata apa! Yang jelas aku tidak mengambil isi brankasmu!" " Baiklah kalau kau tidak mau mengaku. Sekarang aku akan membuatmu mengaku!" Aku mendorong tubuh Sandra ke ranjang dan aku menindih tubuhnya. Lalu aku menciumnya tanpa ampun. " Lepaskan aku!" " Aku tidak akan melepaskanmu karena kau masih istriku!" Tiba - tiba terdengar ketukan pintu dari luar dan aku mendengar suara pria tua itu. " Sayang, bukakan pintunya. Aku ingin mengajakmu makan malam" Aku langsung membuka pintu dan pria tua itu terkejut saat melihatku. " Siapa kau? Kenapa ada di kamar kekasihku?!" " Perkenalkan aku suaminya dan sebaiknya kau jangan ganggu istriku!" " Apa kau bilang?! Tidak mungkin kau suaminya!" " Sudahlah! Sebaiknya kau jangan temui istriku lagi! Pergi sana!" Akhirnya pria tua itu pergi meninggalkan kami. Sedangkan Sandra terlihat kesal padaku. " Sekarang kau kemasi barang - barangmu! Kita pulang ke rumah!" " Aku tidak mau ikut denganmu!" " Kau masih membantahku?! Apa kau mau mendapat akibatnya jika kau menolakku?!" Sandra terlihat ketakutan dan ia tidak berani membantahku. " Baiklah! Aku ikut denganmu!" " Bagus! Sekarang kemasi semua barang - barangmu! Aku tunggu disini!" " Sebaiknya kau menunggu di luar saja!" " Aku mau menunggu disini! Cepat kau kemasi barang - barangmu!" Sandra terlihat kesal sambil mengambil kopernya dan ia memasukkan semua barangnya ke dalam koper. Setelah selesai, aku membawanya masuk ke dalam kamarku. " Lepaskan tanganku! Kau menyakitiku!" " Mulai malam ini kau tidak boleh pergi kemanapun! Aku akan memantaumu selama 24 jam!" " Apa kau bilang?! Memangnya aku tawananmu?!" " Mau kau setuju atau tidak, kau tidak boleh pergi keluar rumah tanpa seijinku! Kau mengerti?!" " Aku tidak mau! Aku bukan tawananmu!" Setelah aku selesai mengemasi barangku, aku menarik tangan Sandra tetapi dia menolak dan akhirnya aku terpaksa menarik tangannya dengan kasar. Aku bisa merasakan Sandra sangat membenciku dan aku tidak peduli karena dia telah mengkhianati kepercayaanku. Aku menyuruhnya masuk ke dalam mobil dengan paksa dan ia hanya cemberut. " Kau memang pria yang kasar! Aku sangat membencimu!" " Aku tidak peduli kau membenciku atau tidak. Yang jelas kesalahanmu padaku terlalu fatal!" Sandra hanya diam membisu tanpa membalasku. Aku yakin ia merasa bersalah meskipun ia selalu mengelak. Sekitar dua jam kami sampai di rumah. Aku melihat Ghea yang berdiri di depan rumah dan ia terlihat tidak suka dengan kehadiran Sandra. " Ghea sayang, mama pulang ke rumah" Saat Sandra ingin memeluk Ghea, Ghea mendorong tubuh Sandra hingga ia terjatuh ke lantai. " Kau bukan mamaku! Kau seorang penipu yang menginginkan harta ayahku!" Ghea masuk ke dalam rumah dan aku melihat ada kebencian di mata Sandra saat melihat kepergian Ghea                            
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD