BAB 7

557 Words
SANDRA POV Rasanya hidupku bagai di Neraka saat aku kembali ke rumah Jio. Semua anak - anak Jio memusuhiku dan mereka sengaja membuatku tidak betah di rumah. " Mulai hari ini kau tidak boleh keluar dari rumah tanpa ijin dariku" " Apa hakmu melarangku?! Aku tidak suka di atur olehmu!" " Kalau kau tidak suka di atur maka jangan salahkan aku jika hidupmu bagai di Neraka!" Aku hanya diam sambil mengepalkan kedua tanganku. Aku melihat Ghea dan Rafael tersenyum licik ke arahku. Mereka terlihat sangat senang melihatku menderita. " Papa jangan khawatirkan perempuan ini. Biar Ghea dan Rafael yang mengawasinya" " Terima kasih sayang. Kalian memang anak yang baik" Aku melihat Andrea yang hanya diam melihat kedua kakaknya yang saling berbisik satu sama lain. Aku tau sejak awal hanya Andrea yang menerimaku sebagai istri ayahnya. Aku mencoba mendekati Andrea tetapi Ghea dan Rafael menghalangiku. " Jangan dekat - dekat dengan Andrea! Kau hanya bisa memberi pengaruh yang buruk terhadapnya!" " Aku tidak ada maksud untuk menyakitinya! Kenapa kalian berpikir negatif terhadapku?!" " Karena kami tau kau seorang wanita licik yang menginginkan harta ayah kami!" " Sudah cukup! Kalian sekarang bawa Andrea ke dalam kamar. Biar papa yang mengurus ibu tiri kalian" Sejujurnya aku sangat kasian melihat Andrea yang dibawa oleh kedua kakaknya yang kejam. Aku tau Andrea adalah anak yang polos dan lugu. Sedangkan kedua kakaknya dari awal terlihat tidak pernah setuju jika aku menjadi ibu tiri mereka " Jio, kau harus lebih memperhatikan Andrea. Dia anak yang baik" " Aku tau anak - anakku seperti apa dan kau tidak usah mengaturku!" " Aku disini masih menjadi istrimu meskipun kau menganggapku pengkhianat" Aku pergi meninggalkan Jio dan aku berjalan masuk ke dalam kamar. Tidak beberapa lama Andrea masuk ke dalam kamarku. Ia terlihat sangat sedih dan aku berusaha menghiburnya. " Ada apa sayang? Ceritakan padaku" " Sejujurnya aku sangat sedih melihatmu. Aku tau kau sebenarnya wanita yang baik tetapi karena dari kecil ayahmu meninggalkanmu sehingga kau menjadi wanita yang tamak akan harta karena dari kecil kau hidup miskin" Aku sangat terkejut mendengar perkataan Andrea. Seolah - olah dia memiliki indera keenam sehingga ia tau masa laluku. " Andrea, darimana kau tau? Apakah kau memiliki indera keenam?" Andrea hanya mengangguk dan ia melanjutkan perkataannya " Sejak bertemu denganmu, aku tau kau memiliki niat buruk terhadap ayahku tetapi setelah aku tau masa lalumu, aku sangat kasian terhadapmu" Aku hanya terdiam mendengar perkataan Andrea dan aku mencoba menahan tangis ketika mengingat masa kecilku yang sangat menyedihkan " Sandra, jika kau ingin menangis, menangislah! Aku tau kau memiliki trauma terhadap ayah kandungmu" " Apa yang kau katakan memang benar. Sejak umurku 2 tahun, ayahku meninggalkanku dan pergi bersama wanita lain. Sejak itu aku sangat membenci pria dan aku selalu berusaha menolak setiap pria yang ingi n mendekatiku" " Sandra, tidak ada kata terlambat untuk berubah. Asal kau tau bahwa ayahku sangat mencintaimu meskipun dulu ayah pernah di khianati oleh ibu kandungku" Aku baru tau jika Jio pernah mengalami pengkhianatan oleh mantan istrinya sendiri. Aku baru menyadari sikapnya yang posesif terhadapku. " Andrea, kenapa kau mau berbicara denganku padahal aku melakukan kesalahan terhadap ayahmu?" " Karena aku tau jika suatu saat nanti kau akan mencintai ayahku dengan tulus dan kau tidak akan kembali bersama kekasihmu" Setelah mengatakan hal itu, Andrea pergi dari kamarku. Aku mencoba merenungkan semua perkataan yang dia beritahukan kepadaku
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD