CHAPTER 9 Hanya beberapa kelas yang sebenarnya Fauzan masuki, tentunya kelas yang memang sesuai bidang tentang seluk-beluk perusahaan serta yang menaunginya. Faktanya, lumayan banyak kelas yang harus ia singgahi. Dan ia harap, ia cukup beruntung. Namun nyatanya, semua kelas yang ia masuki, tidak ada satupun wujud Wafa di sana. Ia awalnya tak berani menanyakan kepada kaki tangannya di kampus ini, tetapi apa mau dikata rasa penasarannya ... dan juga rasa bersalah ... terlalu besar untuk itu semua. "Pak, Bapak kenal mahasiswi yang bernama Wafa Saidan?" "Wafa Saidan?" Sang pria itu membenarkan kacamatanya dan menatap bingung sang CEO. "Setahu saya yang ada Wafa Saadan, mahasiswi paling memban

