Cho Ah Ra mengambil alih kemudi, aku duduk di kursi penumpang dengan pose seperti anak yang habis tertangkap berbuat salah pada gurunya. “Yaaa, Park Ae Ri, sekarang kau jelaskan kecupan di pipi dan pelipis tadi?” Tanya Cho Ah Ra tanpa basa – basi. “Hanya teman lama. Whoaaa, aku tidak bisa mempercayainya.” “Aigoo, kami baru saja dekat seperti ini. Kemarin – kemarin, sungguhan, kami memang hanya teman.” “Baiklah. Sekarang kalian sudah naik satu tahap kan? Bagaimana rasanya mengencani pria lajang kaya raya mantan artis idola?” Aku terkekeh mendengar pertanyaan Cho Ah Ra. “Yaaa, sama saja. Tidak ada bedanya seperti jika kau berpacaran dengan Jayden atau Paul.” “Gojimal hajima!* Aku tahu tempat – tempat yang akan didatangi Kim Se Woon bukanlah tempat sembarangan yang sekedar makan ayam da

