Hari ini aku mengambil cuti. Rupanya efek perkataan ibu Kim Se Woon masih menyiksa pikiranku sejak semalam. Meski sudah satu botol anggur kuhabiskan, mengapa rasa percaya diriku semakin menghilang? “Kakak sakit?” Sarah membawa tas Juno yang ia siapkan sendiri. Aku meminta maaf karena membuatnya kerepotan dengan Juno yang masih belum siap saat ia datang. “Hanya kurang tidur. Aku akan cuti hari ini. Langsung pulang ya Sarah kalau sudah selesai sekolah.” “Algesseumnida*. Istirahatlah Kak, kami berangkat ya.” (Aku mengerti*) “Bye Mommy, jangan menangis lagi.” Juno mengecup pipiku, namun ucapannya lah yang membuatku terkejut. Apa dia bangun tengah malam dan mendapatiku menangis? Sarah tersenyum penuh empati di belakang Juno, aku mengangguk dan melambaikan tangan pada anakku. Hingga mere

