Polarisasi

1467 Words

Ini kali kedua aku merasakan kepalaku pening hebat. Sama seperti ketika aku membenturkan kepala saat tengah mabuk beberapa waktu lalu. Tapi kali ini, tidak hanya kepalaku yang sakit. Namun juga seluruh tubuhku merasakan ngilu di beberapa tempat dengan luar biasa. Hening. Aku tidak mendengar apapun selain suara jam dinding yang berdetak. Memberanikan diri, aku membuka kedua mata. Sinar lampu redup menyelimuti ruangan ini. Aku terbaring di atas ranjang besar rumah sakit, dengan selang infus di tangan kananku. Di kursi sebelah kiri, Han Ji Wook tengah tertidur dengan mengenakan topi yang hampir menutupi wajahnya. Ia menempatkanku di sebuah ruangan VIP. Apa yang dia lakukan? Bukankah ia seharusnya sedang latihan di studio agensinya? Jam berapa sekarang? Aku kesulitan melihat jam dinding y

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD