Prominensa

1187 Words

Han Ji Wook menguap, mengulat, kemudian membuka matanya. Aku melirik dirinya dari cermin meja rias. Di sebelahnya, Juno masih terlelap dengan baju tersingkap hingga ke d**a. Ji Wook yang melihat hal itu, mencium pipi anakku sambil merapikan bajunya. “Good morning.” Ia menyapaku sambil memberikan flying kiss. Rambutnya yang acak – acakkan disisir dengan jari – jari panjangnya. Ji Wook menghampiriku dan mengecup pipiku sekali sebelum berlalu ke dalam kamar mandi. Dan bayangan tentang menikah serta tinggal serumah dengannya terasa menyenangkan. Sejak mulai sering menginap di rumahku, ia membeli peralatan mandi dan membawa beberapa baju yang disimpan permanen di kamar kami. Dan setiap pagi, aku akan selalu memperingatkannya untuk hati – hati turun ke parkir. Meski parkir khusus, bukan tidak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD