Bab 27 [Tidak Sakit Apapun?]

1113 Words

Langit tampak gelap. Suara burung hantu kembali terdengar. Ningsih memegang perutnya yang terasa sakit. Ia sampai menangis karena tak kuat menahan rasa sakitnya. Terlebih suara burung hantu yang tak kunjung diam membuatnya tak bisa tidur dengan nyenyak. Padahal jam dinding sudah menunjukkan pukul 01:00 malam. Ia memutuskan untuk bangkit dari ranjang. Mungkin membuat teh hangat dapat meredakan sakit di perutnya. Suara benda jatuh membuatnya semakin ingin menangis. Ia sampai tak sengaja menjatuhkan piring makannya yang belum habis tadi sore. Sekarang berceceran di lantai dan pecah. Mau ke rumah sakit sekarang pun tak memungkinkan. Ia yang tak kuat pun menjatuhkan tubuhnya di lantai yang dingin itu. Meringkuk sambil memeluk perut. Untuk sekedar membuat teh hangat saja ia tak mampu. Akhirny

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD