Ningsih kini mengikuti Bu Siti yang entah mau kemana. Raut wajahnya datar, namun tatapan tajamnya membuat Ningsih semakin penasaran. Sestelah pulang dari rumah sakit tadi, ketika ia hendak pulang tak sengaja matanya menangkap Bu Siti yang sedang berjalan sendirian di kota. Ia tanpa pikir panjang pun mengikuti. Karena sejak dulu ia penasaran akan sisi misterius dari Bu Siti. Ia memegang perutnya yang tampak sudah tak terasa sakit lagi lagi. Ia berharap memang tak ada apa-apa pada perutnya. Rumah besar nan mewah itu menjadi pandangan utamanya setelah mengikuti jejak Bu Siti. Ia tak dapat masuk ke dalamnya. Ada penjaga disana. Ia memutuskan bersembunyi di salah satu tembok, menunggu Bu Siti keluar dari rumah itu. Tak berapa lama ia melihat Bu Siti keluar dengan wajah penuh amarah. Ia kemb

