4. Perjodohan

1403 Words
Wulan dan klara dibuat terkejut dengan perkataan yang dilontarkan oleh dara "Bagaimana?" Tanya dara dengan senyuman nya yang menghiasi wajah nya "Maaf tante, bukan kah anak tante masih SMA dan saya juga masih SMA mana mungkin saya menikah kalo saya menikah saya bisa dikeluarkan dari sekolahan tante" jawab klara dengan wajah yang masih terkejut "Dan saya sudah kelas 12 kalo saya menikah semua yang saya bangun dari kecil itu akan sia-sia tante" lanjut klara "Tante tau, pernikahan kalian bisa di rahasia kan dan yang paling penting kamu jangan sampai hamil bila semua itu tidak terjadi maka semua nya akan aman-aman kok percaya sama tante " dara mengelus bahu klara Gila ya ni, masa gue di suruh nikah masih mending kalo anak nya ganteng kalo nggak mati muda gue udah tadi kata nya anak nya bandel banget bisa stress gue lama-lama ~ batin klara Klara melamun sambil memandangi dara yang masih setia mengelus bahu klara "Gimana klara?" Perkataan itu menyadarkan klara dari lamunan nya Bukan nya klara menjawab pertanyaan dari dara di malah memandangi mama nya yaitu wulan setelah klara memandangi wulan klara menundukkan kepala dan terus berfikir ini ke putusan yang berat bagi klara di sisi lain dia harus segera melunasi hutang keluarga nya ke keluarga dara dan tidak mau membebani kedua orang tuanya dengan hutang yang cukup besar kedua orang tuanya sudah cukup terbebani oleh biaya sekolah klara yang mahal tp di sisi lain nya klara ingin terus bersekolah dan meneruskan pendidikan nya agar dapat mencapai cita-citanya dan dia tidak mau menikah dengan usia yang masih muda itu bukan impian klara, tapi menurut klara keluarga yang terpenting dan kali ini klara yang harus berkorban mengikhlaskan masa depan nya untuk keluarga nya Mungkin ini keputusan yang terbaik ~ batin klara "Aku mau tante" ucap klara dengan tegas "Klara" wulan memandangi wajah putri nya itu sambil menggelengkan kepala nya "Ma, kali ini biarin klara yang berkorban buat papa sama mama klara nggak papa kok ma" mata klara sudah memerah "Tp kamu nggak harus korbanin masa depan kamu ra" wulan masih tetap memandangi klara "Klara masih bisa sekolah kok ma, jadi masa depan klara nggak akan hilang mama tenang aja" klara menghampiri mama nya dan memegang tangan wulan "Kamu tenang aja lan, anak kamu masih bisa sekolah kok Oh iya klara kamu sekolah dimana?" Tanya dara ke klara "Saya sekolah di SMA garuda tante" jawab klara "Oh berarti kamu satu sekolah dengan anak tante, yaudah kalian harus ngasih uang itu kan kerumah sakit nanti malem jam 8 kita ketemu di cafe starlight nanti tante ajak anak tante" dara mengelus rambut klara dengan lembut "Makasih ya dar, kami pamit dulu nanti malem kami pasti dateng kok" wulan memeluk dara dan mengucapkan makasih ke dara Dara membalas pelukan wulan, beberapa detik mereka berpelukan wulan melepaskan pelukan nya "Makasih tante udah bantu kita" dara langsung membawa klara kedalam pelukan nya "Kalian ini dari tadi makasih terus udah lah seharusnya aku yang makasih sama kalian" dara melepaskan pelukan nya dari klara "Kami pamit dulu ya dar" wulan dan klara keluar rumah di antar oleh dara "Hati-hati dijalan" dara melambaikan tangan ke arah mereka yang sudah masuk ke dalam taksi Wulan dan klara sudah berada di dalam taksi menuju ke perjalanan rumah sakit, semenjak klara masuk ke dalam taksi klara terus memandangi jalanan tiba-tiba wulan memegang tangan klara "Makasih klara" wulan mengucapkan itu dengan senyuman nya di wajah "Sama-sama ma" klara juga memegang tangan wulan dengan senyuman nya terukir di wajah nya Mungkin ini udah jalan hidup gue ~ batin klara ??? Di sebuah Club malam tempat tongkrongan langganan david dkk malam ini sangat ramai suara dentuman musik yang menggelegar di telinga, david sedang melamun "Woy david ngapa lo kok ngelamun kaya ora putus cinta" Rehan menepuk bahu david David malah memalingkan wajah nya ke arah lain, entah hari ini mood david sungguh sangat hancur Rehan dan kevin sungguh di buat bingung dengan keadaan david sekarang "Vin, kayak nya tu anak lagi ke sambet deh tumben banget dia ke club malah ngelamun biasanya kan di kalo ke club selalu minum ini malah ngelamun" Rehan berbisik ke kevin tp masih bisa didengar oleh david "Vid, kalo lo lagi putus cinta gue bisa kok cariin lo jalang yang disini, atau jangan-jangan lo lagi mikirin angel?" Tuduh kevin ke david dan langsung mendapat tatapan tajam dari david Tiba-tiba ponsel david berdering, david langsung membuka ponsel ternyata ada sebuah pesan dari mama nya Mama. David nanti sebelum jam 8 malam kamu harus sudah di rumah mama nggak terima penolakan dari kamu, kalo kamu mau nolak uang jajan bulan ini mama potong 70% !!! Itu lah pesan dari mama nya david langsung memakai jaket nya "Gue cabut dulu" david langsung meninggalkan club tersebut "WOY MAU KEMANA LO? DAVIDDD" kevin berteriak sambil memandangi punggung david yang mulai menghilang dari pandangan Rehan dan kevin David memasuki mobil nya dan melajukan nya dengan kecepatan nya yang sedang membelah jalanan ibu kota didalam mobil david meng gumam sendiri "Lo bodoh vid, cewek kaya angel aja masih dipikirin dia jelas-jelas ninggalin lo bodoh banget lo" david mengumpat pada dirinya sendiri "LO BODOH DAVID AAA" david berteriak dan mengacak rambut nya frustasi David langsung melajukan mobil nya dengan kecepatan yang tinggi menuju rumah nya. David sampai dirumah nya dan langsung masuk dan menaiki tangga untuk menuju ke kamar nya tp tiba-tiba ada suara yang menghentikan langkah david ternyata itu suara mama nya "Malam ini kamu ikut mama, mama udah siapin setelan jas dikamar kamu nanti malem kamu pakai setelan jas itu" kata mama nya "David cape ma, david nggak mau..." perkataan david terpotong "Pokoknya mama nggak terima penolakan dari mulut kamu, kalo kamu bantah mama uang jajan sama fasilitas kamu lenyap" mama nya menatap david dengan tatapan tajam "Kok mama ngancem david si ma, oke david ikut" david langsung pergi menuju ke kamar nya ??? Pukul 19.30 david dan mamanya sudah berada di cafe dan menunggu seseorang, david dibuat bingung oleh mama nya kenapa dirinya harus berpakaian rapi? Apa dirinya akan bertemu dengan seseorang yang penting? Tp kok tumben mama nya ngajak david? Begitulah pertanyaan yang berada dipikirin david. Karna menunggu terlalu lama david sekarang ingin pergi ketoilet karna dari tadi david banyak minum jus yang tadi dia pesan david pun izin dengan mama nya untuk ke toilet, wulan dan klara sekarang sedang masuk ke dalam cafe starlight untuk menemui dara cukup lama wulan dan klara mencari keberadaan dara akhirnya mereka menemukan nya "Udah lama nunggu ya?" Tanya wulan ke dara "Nggak kok santai aja, klara kamu malam ini cantik sekali" puji dara ke klara "Makasih tante, oh iya anak tante mana?" tanya klara karna dari tadi dia tidak menemukan anak laki-laki "Oh dia lagi ke toilet, paling sebentar lagi dia balik" jawab dara dengan senyuman Klara hanya menganggukan kepala nya dan dia memakan pesanannya "Maaf, kalo kelamaan" david segera duduk di sebelah mamanya yaitu dara Karna klara penasaran dengan 'calon suaminya' klara langsung melihat ke arah laki-laki tersebut "LO!!" Ucap David dan klara bersamaan "Ngapain lo ada disini?" Tanya david dengan wajah yang terkejut "Seharusnya gue yang nanya ngapain lo disini?" Tanya balik klara ke david "Oh jadi kalian udah saling kenal, david kenalin dia itu calon istri kamu" ucap dara dengan senyuman "ISTRI?" Ucap lantang david "Maksud mama apa? Dia si cewek caper calon istri david? Mama ngaco" lanjut david "2 minggu lagi kalian akan menikah" ucap dara yang membuat david dan klara sangat terkejut "Mama apa-apaan si? Aku masih muda dan david nggak mau nikah sama dia ma" david menunjuk didepan wajah klara "He asal lo tau siapa juga yang mau nikah sama lo" klara menangkis tangan david "David, keputusan mama sudah bulat kalian kan bisa rahasia kan semua ini dari sekolahan dan mama nggak terima penolakan dari kamu" dara menatap david dengan tajam "Ma, tapi emang klara mau terima perjodohan ini ?" Tanya david ke dara "Klara sudah mau menikah dengan kamu" jawaban dari dara "Dan 2 minggu lagi kalian menikah" lanjut dara "APA? he lo, lo bener-bener ya perempuan gila" david langsung pergi meninggalkan cafe tersebut Ini nggak mungkin gue nikah sama klara? Seriously? Nggak-nggak nggak mungkin ~ batin david "Sudah jangan dipikirkan david emang gitu orang nya semua urusan pernikahan kalian tante yang urus kalian nanti tinggal duduk manis" - dara Klara hanya bisa tersenyum dan mengangguk Gue nggak mungkin nikah sama davis gue nggak cinta sama dia apalagi gue sama dia itu musuh tp apa boleh buat ini takdir gue ~ batin klara Bersambung
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD