Ku korban masa depan ku untuk menyelamatkan dirinya
~klara~
Hari ini adalah hari minggu yang disenangi oleh para pelajar karna hari ini adalah hari libur seperti yang lain di hari minggu ini klara manfaat kan untuk istirahat dirumah dan rebahan saat klara sedang tertidur pulas ada yang mengetuk pintu
Tok...
Tok...
Tok...
Klara pun mulai membuka mata nya dan bangun dari tempat tidur untuk membukakan pintu kamar nya
"Iya sebentar" klara berjalan menuju ke pintu kamar nya
Saat pintu kamar di buka klara melihat mama nya sudah menangis dengan kencang dan memeluk klara
"Mama kenapa nangis?" Tanya klara sambil mengusap punggung mama nya
"Ra, hiks... tadi papa kamu berangkat kerja terus dijalan hiks...hiks..." mama menangis sejadinya di pelukan klara
"Mama tenangin diri mama dulu, papa kenapa ma?" Tanya klara yang mulai penasaran
"Papa kamu hiks...hiks kecelakaan ra hiks...hiks" mama dan klara langsung tersungkur di lantai
Klara sudah menangis sejadi nya di depan lantai kamar nya dan mama nya juga ikut menangis sambil mengusap punggung klara agar tetap sabar dengan keadaan ini
Kenapa keluarga selalu kesusahan terus ini nggak adil dan aku nggak mau kehilangan papa ~ batin klara dengan air mata nya yang terus mengalir
"Ra mending sekarang kita ke rumah sakit untuk memastikan papa nggak papa" wulan menghapus air mata nya dan coba membantu membangunkan klara yang masih terpuruk di lantai
Klara pun bangun dan menuju ke depan rumah untuk mencari taksi sebuah taksi klara langsung menghentikan taksi tersebut wulan dan klara masuk kedalam taksi itu maklum keluarga klara adalah keluarga yang bisa dikatakan kurang mampu makanya keluarga klara tidak memiliki mobil gaji dari papa nya klara hanya cukup untuk makan sehari-hari dan biaya sekolah klara, klara sebenarnya tak mau sekolah di SMA garuda karena sekolah itu bisa digolongkan sekolah elite dan biayanya pun tak sedikit tp papa nya klara selalu menyuruh klara agar tetap bersemangat untuk bersekolah disana maka dari itu keluarga klara agak sedikit terbebani oleh biaya sekolah klara maka dari itu klara sangat sayang banget sama papanya dan berjanji akan bersemangat untuk sekolah dan belajar dengan giat. Tiba-tiba klara mendengar berita dari ibu nya kalo papa nya pagi ini kecelakaan dan itu membuat klara sangat sedih. Setengah jam perjalanan akhir nya mereka sampai di sebuah rumah sakit yang merawat papa dengan seribu langkah klara dan wulan menuju ke ruangan papa nya yang sudah diberitahu oleh orang yang menolong nya tadi, klara dan wulan sudah berada di depan pintu ruangan tio yang masih di tutup itu menandakan dokter belum keluar dari tadi tiba-tiba pintu ruangan tadi terbuka dan memunculkan seorang dokter laki-laki paruh baya
"Dok, gimana keadaan suami saya" tanya wulan ke dokter yang baru keluar dari ruangan itu
"Jadi kalian keluarga pasien" dokter menatap klara dan wulan secara bergantian pertanyaan dokter tadi dijawab oleh klara dan wulan dengan anggukan yang bersamaan
"Keadaan pasien sangat memprihatinkan, kepala nya mengalami pendarahan dan menghabiskan banyak darah dan pasien harus segera dioperasi kalo tidak dioperasi pasien akan mengalami amnesia berat atau akan mengakibatkan kehilangan nyawanya" ucap dokter tadi membuat klara langsung lemas tak berdaya
"Tp masih ada jalan kan dok?" Wulan memberanikan diri untuk bertanya kepada dokter dan masih menenangkan klara
"Jalan satu-satu nya pak tio harus segera dioperasi" kata dokter paruh baya itu
"Lakukan yang terbaik dok untuk papa saya " klara berusaha tegar untuk menghadapi ini semua
"Tp dok, biaya operasi nya berapa ya dok?" Wulan merangkul bahu klara
"Kalo masalah itu Anda bisa tanyakan ke administrasi, ya sudah saya pamit dulu"dokter itu meninggalkan klara dan wulan di tempat
Wulan tanpa berpikir panjang langsung membawa klara menuju ke administrasi entah apa sekarang yang berada dipikiran klara banyak pikiran negatif di otak nya tp klara berusaha untuk tetap berpikir positif kepada papa nya itu, wulan berjalan ke administrasi dengan air mata yang terus mengalir. Mereka berdua sampai di administrasi dan langsung bertanya kepada seorang perempuan yang berjaga di meja administrasi
"Mba, biaya operasi pasien yang bernama tio berapa ya mba" tanya wulan kepada perempuan yang berjaga di administrasi
"Sebentar saya cek dulu" jawab perempuan tadi dan langsung memandangi komputer yang berada di depan nya
"Biaya untuk operasi pasien atas nama tio sebesar 60 juta bu" wulan langsung syok setelah mendengar jumlah uang yang cukup banyak itu disebutkan oleh suster tersebut
Klara langsung mengeluarkan cairan bening dari matanya dan langsung di peluk wulan mencari tempat duduk yang dekat dari posisi mereka
"Ma, kita nggak punya uang sebanyak itu hiks...hiks" klara mengucapkan kata-kata itu dengan disertai tangisan nya
"Mama tau tp mama nggak akan ngebiarin papa kamu kesakitan terus menurus" wulan membelai rambut klara
"Tp kita nggak punya uang sebanyak itu ma kita harus gimana" klara menghapus air mata nya
"Mama akan cari pinjeman ke temen mama, mama punya temen SMA dia menikah dengan pengusaha kaya dan mama akan coba pinjem uang ke temen mama kamu ikut mama ya ke rumah temen mama" klara tanpa berkata apapun langsung mengangguki perkataan mama nya
Klara dan wulan keluar mencari taksi untuk menuju kerumah temen nya
???
Sesampainya didepan rumah yang besar dan megah wulan memencet tombol bel sekitar beberapa menit klara dan wulan menunggu ada seorang asisten rumah tangga yang membukakan pintu
"Cari siapa ya?" Tanya ART itu kepada wulan dan klara
"Saya mau cari dara, dara nya ada dirumah kan?" Jawaban dari wulan
"Oh nyonya dara ada kok, silahkan masuk bu" ART itu mempersilahkan wulan dan klara untuk masuk kedalam
"Makasih ya " wulan membalas dengan senyuman dan masuk ke dalam
ART tersebut mempersilahkan wulan dan klara untuk duduk diruang tengah
"Saya panggil kan nyonya dara nya dulu ya, oh iya mau minum apa? " tanya ART tersebut ke wulan dan klara
"Nggak usah bu " jawaban wulan
ART itu pergi untuk memanggil dara, tak memakan waktu lama dara datang sambil menuruni anak tangga
"Wulan" panggil dara
"Dara" wulan langsung memeluk teman lama nya itu sambil mengeluarkan air mata
"Kamu kenapa? Kok nangis si cerita sama aku lan" tanya dara sambil duduk di sofa
"Kamu mau minta bantuan kamu dara" jawaban dari wulan sambil menghapus air mata nya
"Aku bakal bantu kamu lan, kamu mau kan cerita sama aku" dara mengelus bahu wulan
"Suami dar, dia kecelakaan hiks...hiks...dan keadaan nya kritis dia harus segera di operasi hiks...hiks tp aku nggak punya uang buat operasi suami ku dar hiks...hiks aku mau pinjem uang ke kamu aku janji bakal balikin uang nya aku janji dara" wulan menggenggam tangan dara dengan air mata nya yang terus mengalir di pipi nya
"Aku bakal pinjemin uang kok ke kamu, kamu butuh berapa lan bilang ke aku, aku bakal bantu kok" dara menghapus air mata yang berada di pipi wulan
"Aku butuh uang 60 juta dar" wulan menatap wajah dara
"Sebentar aku ambil cek dulu ya " dara pergi menaiki tangga
Dara turun kebawah dengan membawa cek 60 juta seperti yang di ingin kan wulan
"Wulan ini cek nya cuma ini yang bisa aku bantu " dara menyerahkan cek tersebut kepada wulan
"Makasih dara aku janji bakal balikin uang ini secepet nya " wulan memeluk dara
"Udah lah lan kaya baru kenal aku aja kamu ini, oh iya ini siapa lan" dara memandang ke arah klara
"Oh ini anak saya dar " wulan memberi kode ke klara untuk memperkenalkan diri nya ke dara
"Kenalin tante saya putri klara olivia panggil klara aja tante" klara memperkenalkan diri ke dara dengan senyuman yang manis
"Kamu cantik ya, kelihatan nya kamu itu seumuran dengan anak tante sayang nya anak tante sekarang lagi pergi jadi nggak bisa ngenalin dia ke kamu" dara membelai rambut klara dengan senyuman yang menghiasi wajah dara
"Oh iya wulan, kamu nggak usah balikin uang itu tp aku punya saran supaya kamu nggak usah repot-repot mikirin cara balikin uang itu" dara tersenyum ke arah wulan
"Apa itu?" Tanya wulan
"Aku kan punya anak dia itu cowok masih SMA tp dia itu bandel banget mungkin karna kurang kasih sayang dari aku dan aku rencana pingin jodohin dia dengan klara, kelihatan nya klara perempuan yang baik dan cocok buat david" dara memandang lekat klara
Bersambung
Maaf kalau ceritanya ngebingungin kalian wkwk