Tidak Salah Memilihmu

963 Words

Dengan langkah yang mantap dan penuh tekad, Helena memasuki kantor Steve. Ekspresi wajahnya mencerminkan ketegangan yang meluap-luap, seolah menandakan bahwa ia memiliki sesuatu yang sangat penting untuk disampaikan. "Brandon? Apa maksudmu, tidak menjawab teleponku?" tanya Helena dengan suara yang tajam, matanya menatap penuh penuntut kepada Brandon yang sedang berada di sana. Brandon menoleh ke arah Helena, mencoba menahan diri dari kilatan tatapan tajam yang dilemparkannya. "Maafkan saya, Nona Helena. Saya sedang sibuk," jawabnya dengan suara yang tenang, namun tetap penuh dengan rasa hormat. Namun, Helena tidak terima dengan jawaban singkat itu. "Di mana Steve? Aku tahu, kau sengaja mengabaikan panggilanku karena titah Steve, kan? Kalau begitu, aku ingin bicara dengannya sekarang ju

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD