Ucapannya tidak Main-main

886 Words

Nora benar-benar mati kutu karena ulah suaminya itu. "A—apakah harus malam ini, Steve?" tanyanya dengan pelan, hampir seperti bisikan. Steve mengangguk tegas. "Ya. Aku tidak mau menunggu terlalu lama lagi. Kau sudah menjadi milikku lagi, maka aku berhak atasmu yang ada dalam diri kamu." Nora menelan salivanya kembali. Tangan Steve masih menggenggam tangannya, menciptakan perasaan campur aduk dalam dirinya. Sementara dirinya masih bingung harus memulainya dari mana, pikirannya berputar-putar mencari ketenangan. "Aku harap kau berhati-hati, Steve. Aku masih gadis. Aku belum memiliki pengalaman sedikit pun tentang bercinta," ucap Nora dengan jujur, matanya menatap Steve dengan penuh keraguan. Steve menyunggingkan senyum, menganggukkan kepalanya dengan penuh pengertian. "Tak perlu takut,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD