Second Round

1051 Words

Waktu sudah menunjukkan angka tujuh pagi. Nora membuka matanya setelah semalaman tidur dengan pulas. Ia menoleh ke samping, melihat Steve yang masih memejamkan matanya dengan tangan melingkar di tubuhnya. Senyumnya mengembang perlahan, mengingat malam yang baru saja mereka lewati. ‘Astaga, kemarin malam benar-benar terjadi pergulatan mematikan. Aku dan Steve … benar-benar melakukan itu,’ ucapnya dalam hati. Masih terbayang-bayang dalam pikirannya saat Steve menyentuhnya tadi malam. Terlalu memukau, sampai membuat Nora terbang melayang. "Kau sudah bangun?" suara serak Steve membuyarkan lamunan Nora. Nora menoleh cepat, melihat suaminya yang kini membuka matanya sedikit. "Ya. Aku … baru saja bangun," jawab Nora sambil tersenyum malu-malu. Steve mengangguk-anggukkan kepalanya, matanya ma

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD