“Terserah siapa saja namanya, aku gak mau tahu,” ucapku sambil dengan cepat menyelesaikan pekerjaanku, setelah ini ada pekerjaan lain yang harus kulakukan. “Em ... tapi, em apa Kamu akan marah denganku,” ucap Julian takut-takut. “Kenapa emang?” ucapku sambil merapikan alat-alat makan ini di tempat yang telah disediakan, tinggal mengepel lantai dapur dan pekerjaanku selesai. “Em ... nggak papa ‘kan Kesh? Nggak marah, kan?” ulang Julian sambil mendekati aku yang kini sedang mengampil lap pel, lalu menggosok-gosokkan tongkatnya di lantai. “Ya apa? Cepat ngomong?” ucapku tak sabar. “Aku sudah ... em kasih tahu namamu ke orang itu,” jelas Julian sambil mengambil alih tongkat lap pel itu. Aku memberikan tongkat besi itu dan berdiri sejenak memandang temanku sejak kecil ini. “Ya sudah, ‘ka

