Aku menunduk dan meletakkan dua tangan di atas meja sebagai penopang kepala. Beberapa orang penagih hutang ini kini berdiri tepat beberapa meter dari tempat duduk ini. Tetapi mereka tak menoleh sedikit pun ke deretan meja yang tersusun di luar toko ini. Mungkin mereka tak menyangka yang dicari akan duduk di tempat makan sarapan mewah yang menyediakan tempat indoor dan outdoor ini. Padahal pembatas tempat ini dan jalanan hanya pepohonan pendek yang di tata rapi. “Mungkin belok kali, Bang,” sahut salah satu dari mereka. Kemudian suara langkah-langkah kaki berlari meneruskan pencarian. Aku tak gegabah dengan buru-buru mendongakkan kepala, mana tahu mereka menoleh dan melihatku di sini sedang acting sebagai orang kaya yang sedang sarapan. “Kesh ...,” bisik laki-laki di sampingku. “Ssst ...

