Kaki-kaki ini berusaha menjejak tanah. Tetapi usaha itu sia-sia. Kedua tangan Aldar yang berada di pinggang ini menahan kaki dan membuatnya tetap melayang di udara. Kedua tangan ini berusaha melepaskan cengkeraman telapak tangan kuat itu. Sekali lagi, usahaku tak membuahkan hasil. Akhirnya kedua tangan dan kaki ini bergerak-gerak agar dapat mengenai badannya, tetapi kedua lengannya membuat gerakan ini hanya menghasilkan angin. “Aldar!” jeritku marah. “Turunkan!” teriakku kesal. Wajah laki-laki itu tampak merah menahan marah seperti yang kulihat semalam. Mata ini menatapnya dengan marah. “Jangan sampai aku mengeluarkan k********r!” ancamku sengit. Sepertinya ancamanku sedikit manjur, raut muka Aldar sedikit berubah dan tangannya bergerak menurunkan tubuhku hingga telapak kaki ini kemba

