Tamu Berikutnya

1059 Words

Kaki ini bergegas menuju jendela dan melongokkan kepala. Apa kemungkinan menyembunyikannya di luar jendela ini sejenak? Ah! Tidak mungkin, tidak ada celah atau ambalan yang bisa menampung badan gede Aldar di sekitar jendela ini. Jika mengerti akan ada kejadian seperti ini, harusnya aku persiapan dengan membeli lemari yang besar sekali. “Oh!” desahku lelah. Laki-laki yang terbaring di ranjang itu malah memeluk bantal yang tadi kulempar dan memejamkan mata dengan ekspresi wajah damai. “Aldar!” seruku tanpa suara. “Em,” sahutnya pelan. “Heh! Cepat bangun!” lanjutku masih dengan suara sepelan mungkin. “Bentar ... baru enak,” balasnya santai. “Cepat bangun!” imbuhku sambil menarik tangannya. “Apa sih, Kesh?” katanya masih dengan memejamkan mata. “Tante Mona datang!” seru panik. “Oh! T

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD