Ketangkap Basah?

1058 Words

“Ah ...!” jeritku dalam hati. Air mata yang beberapa saat lalu berhenti mengalir mendadak muncul lagi. “Negara itu tak kalah indah dengan New Zealand, tahu? Kita bisa belanja banyak biar nggak perlu makan hemat seperti yang sering Kamu keluhkan,” lanjutnya membuat perih dalam hati terasa disiram air garam se-baskom. “Diam!” teriakku parau, suara ini sudah terdengar seperti mainan habis baterai, sudah parau, lemah lagi. Aldar menggeser sedikit tubuh ini ke atas hingga sejajar dengan kepalanya. Kemudian, jari-jari laki-laki ini mengusap mata ini hingga bayangan wajahnya menjadi jelas terlihat dalam jarak yang tak sampai dua puluh centimeter ini. “Kata-kataku menyakitimu?” ucapnya lembut sambil menatap dalam dua mata ini. Air mata ini kembali menetes. Sungguh! Aku ingin kembali menjerit

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD