“Aldar!” teriakku sambil melotot. “Iya, itu aku nggak mau,” sahutnya tanpa melepaskan tangan ini. “Kalau gitu, aku akan mengajukan cerai sepihak,” balasku dengan marah. “Ya kalau begitu siap-siap saja dikerubuti wartawan,” ancamnya dengan santai. “Aldar!” teriakku lebih keras. “Eh ... tahu tak? Dikejar-kejar wartawan itu nggak enak lo, apalagi wartawan gosip, belum lagi harus berurusan dengan orang-orang dari suami Tante Mona-mu itu,” tambahnya sambil sedikit menyipitkan mata. “Ah ...!” keluhku panjang. “Maumu apa sih? Kamu sengaja menjebakku dalam kesepakatan ini ya?” ucapku dengan frustasi. “Nona Marakesh yang terhormat, ide pernikahan kesepakatan ini ‘kan darimu,” ujar Aldar dengan mengangkat satu alis, pasti laki-laki ini tengah merasa di atas angin. “Hei ... siapa yang mau be

