Mata ini mengerjap-ngerjap dan mencoba menyadarkan diri dan kembali ke dunia di luar pikiranku. “Mengapa memberinya kamar tidur yang kamar mandinya ada bathtube-nya?” teriak laki-laki itu dengan ekspresi wajah panik. “Di rumah ini kamar tidur seperti itu hanya kamar tidur pegawai. Nggak mungkin Mama kasih Marakesh tempat tidur seperti itu, Aldar ...,” balas Tante Mona sambil berdiri memandangiku dengan panik. “Kesh ..., Kamu nggak papa, Nak,” serunya sambil berusaha mendekat. Aldar mengangkatku dari bathtube itu lalu meletakkan di pinggirnya, kemudian dengan cekatan mengambil handuk besar untuk menutupi badan ini. Dengan tergesa laki-laki ini menggendongku ke tempat tidur. Tante Mona mengikuti langkah anaknya sambil dengan wajah panik. “Kesh ...,” ucap Tante Mona lembut sambil duduk d

