Belum sirna dari pikiran tanda tanya tentang berita dari Om Ronald, satu pesan kembali masuk dari nomor yang tak kukenal. “NZ Company?” gumanku lirih. “Ya?” sahut Maya tanpa menolehkan kepala. “Bukan apa-apa, aku hanya berguman, tidurlah!” ucapku pada gadis itu yang langsung menarik selimut dan kemudian miring membelakangi ku. “Perusahaan apa ini?” batinku sambil membuka pesan itu. [Kepada Nona Marakesh: ini adalah survei silahkan memberikan pendapat.] “Survey? Kok mendadak ada beginian masuk? Emang dapat nomer ini dari siapa? Perasaan tak pernah mendaftar program apa pun yang berkaitan dengan yang seperti ini,” pikirku sambil mengernyitkan kening. Berikutnya masuk gambar rumah-rumah dengan berbagai tipe dan ukuran. Wah! Cantik-cantik gambar rumah ini. “Apa Bapak/Ibu salah nomor?”

