Bab 2

1651 Words
Karena ini pertama kali Sabrina berbicara langsung dengan Niel. " Apa yang kamu kerjakan, sampai belum pulang ? " Tanya Niel " E . . . Materi presentasi utk besok pagi. " jawab Sabrina " Kenapa kamu yang mengerjakan ? " " Iya Pak, kebetulan hari ini Mbak Sisi overload. Jadi saya menawarkan diri untuk membantu membuat materinya. " Kata Sabrina " Seblumnya kmau sudah pernah buat? " " Sebelumnya pernah tapi untuk bahan kuliah. " Jawab Sabrina " Cieh. . . Pulanglahm aku tidak yakin dengan materi mu. Biar Aku saja yang buat. " Kata Bian dengan sikap dinginnya menghabiskan secangkir teh lalu meninggalkan Sabrina " Aku di remehkan ?. Baru kali ini aku dengar langsung kata pedas dari atasan. Ternyata menyakitkan. Ah tapi tidak akan menyerah. Sedikit lagi selesai ku kerjakan. " Kata Sabrina dengan cepat membereskan gelas dan kembali ke mejanya Pagi pun tiba, hasil karya Sabrina buat materi di beeikan pada Sisi. Sisi terlihat senang membacanya. " Perfect, ini bagus Sab. Good Job. Thanks ya kamu sudah membantu meringkan kerjaanku. " Kata Sisi dengan senyum bangga pada Sabrina " Jadi materi ku bisa di pakai mbak ? ' tanya Sabrina " Bisa, ini bagus lho. " " Mbak Sisi yakin ? " Tanya Sabrina lagi " Yakin. Memangnya kenapa Sab ?. Kamu tidak yakin dengan hasil kerja keras mu. " Kata Sisi dengan sedikit bingung " E . . Bukan begitu mbak. Aku hanya meyakinkan lagi kalau Mbak Sisi tidak salah baca. Kalau itu bisa di pakai, Aku sangat senang sekali Mbak. ' kata Sabrina dengan mata berbinar " Ohh . . . Gitu. Tapi ak jujur ini bagus, Pak Niel pasti suka. Kamu harus percaya diri dengan karya mum " kata Sisi memberi semangat " Terima kasih mbak. Semoga Pak Neil suka. " Kata Sabrina " Ok, sekarang aku mau ke ruangan Pak Niel dulu. Mau kasih ini, biar di pelajari dulu. Hari ini Pak Lei agak telat katanya. " Kata Sisi dan berjalan ke ruangan Neil " Semoga Pak Neil suka. Tapi . . . Semalam . . . ? " gumam Sabrina dengan ragu " Pagi Pak Neil, ini materi presentasinya. " Kata Sisi dengan menyetahkan sebuah Map " Ok, thanks. Aku pelajari dulu. Oh ya, anak baru itu suruh buatkan aku teh. " Kata Neil dengan santai " Baik pak, ada yang lain ? " Tanya Sisi " Tidak. Ingat, yang buat teh anak baru itu. " Tegas Neil dan di balas anggukan Sisi " Sab ! " " Iya Mbak " jawab Sabrina dengan cepat dan sedikit tegang karena takut materinya tidak di terima " Tolong buatkan teh untuk pak Neil ya. Nanti langsung bawa ke ruangannyam " kata Sisi " A - aku Mbak ? " Tanya Sabrina " Iya kamu. Kenapa ? " " Oh enggak mbak, baik saya buatkan. " Kata Sabrina berjalan cepat ke pantry. Sabrina tidak lupa dia membuatkan teh tanpa gula untuk Neil " Tumben pak Neil minum teh pagi hari. Minta Sabrina lagi yang buat. " Gumam Sisi sambil geleng kepala Selang beberapa menit,Sabrina keluar dari pantry dengan membawa nampan berisi secangkir teh. " Mbak, ini saya langsung bawa ke sana ? " Tanya Sabrina lagi " Iya, awas hati - hati bawanya, jangan sampai tumpah. " Kata Sisi. Sabrina membawa nampan dengan tangan sedikit gemetar Ia mengetuk pintu dan langsung membukanya " Maaf Permisi Pak, mau antar Teh " kata Sabrina sambil meletakkan teh di atas meja Neil dengan menundukkkan kepala " Ok thanks, taruh situ. " Kata Neil " Saya permisi " kata Sabrina " Tunggu ! " Pannggil Neil. Sabrina berhenti sejenak dan membalikkan badan ke arah Neil " Iya Pak, ada yang lain ? " " materi kamu sudah selesai ? " Tanya Ne " Sudah Pak. Sudah saya serahkan ke mbak Sisi tadi pagi " jawab Sabrina " Ok, kamu boleh keluar " kata Neil tanpa melihat Sabrina. " Huftttt akhirnya " Sabrina menarik nafas panjang di depan ruangan Neil " Sab, kamu kenapa ? " Panggil Sisi menyadarkan Sabrina " Oh enggak mbak, maaf. " Kata Sabrina kembali ke Pantry mengembalikan nampan Sementara Neik di buat terkejut dengan materi hasil karya Sabrina. " Perfect, ini yang saya mau selama ini. " Kata Neil " Sis, mulai sekarang yang buat materi biar anak baru itu. " Kata Neik pada Sisi melalui pesan singkat whatshapp " Baik Pak. " Jawab Sisi dengan tersenum " selamat ya Sab, kamu berhasil. " Kata Sisi " Selamat apa mbak ? " Tanay Sabrina heran " Pak Neil suka dengan materi yang kamu buat. Dan mulai sekarang Pak Neil minta kamu yang buat materinya. " " Serius mbak, padahal semalam . . . " " Semalam kenapa ? " " Oh enggak mbak, Mungkin aku halu. Tapi mbak, kalau yang buat materi aku itu artinya aku harus siapkan banyak bahan. nanti minta bantuan mbak Sisi koreksi ya . " Kata Sabrina " Itu pasti Sab. Yang penting kamu senangat dan harus percaya diri ya. " " Siap, makasih ya mbak. Mbak Sisi baik banget sama aku. " Kata Sabrina dengan senang " Aku tidak ada uang receh Sab, buaha . . . Ha . . Ha. " Tawa Sisi " Ah mbak Sisi ni, aku serius tau. " " Pagi " sapa Lei yang tiba - tiba muncul " Pagi Pak. " Jawab Sisi dan Sabrina bersamaan " Happy banget kalian. " Kata Lei " Iya ini pak, Sabrina gemesin. " Canda Sisi " ok terusin happy kalian. Aku ke dalam dulu ya. " Kata Lei dengan ramah " Mbak, pak Lei utu tidak punya pacar ? " Tanya Sabrina spontan " Hem ? Kok tiba - tiba tanya Pak Lei, kamu naksir ya ? " " Bukan mbak, maksud aku, pak Lei selalu standy dua puluh empat jam. apa enggak di cariin pacar atau orang tuanya. " " Sepertinya tidak punya pacar, kalau orang tuanya, dia Tinggal satu rumah. Dulu memang sering telepon. Dan pastinya Pak Lei sudah tahu konsekunsinya dengan kerjaanya. " Kata Sisi dengan senyum " By the way kamu sendiri sudah punya calon belum ? " Canda Sisi " Belum mbak, belum mikir arah sana. Masih nayaman dengan ibu. " Jawab Sisi " Kamu di rumah tinggal sama Ibu saja, Sab ? " Tanya Sisi " Iya mbak. " " Pasti serunya bisa berbagi dengan ibu. kayak aku sama anak ku gitu, kalau lagi lucu lucunya. Dia suka peluka aku, cium aku trus nanti baru cerita yang dia rasakan selama sehari. he . . He . . Makanya Aku selalu pulang cepat, karna kangen princesku. " Kata Sisi " seru ya mbak. Mbak Sisi beruntung punya Suami baik dan pengertian. " Kata Sabrina " Amin. Kami juga pasti bisa kok Sab, jangan menyerah cari cinta mu. " Kata Sisi dengan senyum " Oh ya mbak, kalau mb Sisi misal harus pulang cepat. Kerjaan bisa aku handle, mb Sisi tinggal bilang aja ya. Jangan sungkan. " Kata Sabrina " Thank ya Sab, kamu memang anak baik. Bersyukur punya partner yang baik seperti kamu. " Kata Sisi sambil menepuk pundak Sabrin " Ya karena mb Sisi Baik. " Jam berputar mengiringi aktivitas mereka, tanoa di sadari jam sudah menunjukkan pukul empat sore. Sisi segera membereskan mejanya dan pulang. " Sab, kerjakan besok pagi saja tidak apa - apa. " Kata Sisi " Gak apa - apa mbak, nanti jam enam aku pulang kok. " Jawab Sabrina " Ok terserah kamu. Aku pulang dulu ya. " Kata Sisi Sabrina kembali mengerjakan tugasnya dengan serius tanpa dia tahu Niel juga overtime lagi kali ini dengan Lei. " Lei, tolong pesan makanan. Aku lapar. " Printah Niel " Mau yang apa, vegetable atau balance ? " " Balance saja. " Kata Niel " oke, wait. " Jawab Lei dengan memilih makanan online Niel bangkit dari tempat duduknya dan ia mulai berkeliling di ruangannya untuk menghilangkan rasa jenuh sekaligus mencairkan pikirnnya. " Lei ? Kami pesan makanan berapa ? " Tanya Neil dengan lembut membuat Lei heren " Lebih dari dua sih, tadi aku pesan snack juga. Kenapa Bos ? " Tanya Lei " Di luar sana karyawan mu sedang overtime. Apa kamu tahu ? " Tanay Neil sambil melihat luar dan di ikuti Lei. " Oh . . Aku tidak tahu. Coba aku tanya apa yang dia kerjakan, seharusnya tidak perlu overtime karena hari ini tidak terlalu banyak kerjaan. " Kata Lei " Tunggu ! Biarkan dia mengerjakan tugasnya. Tanya saja apa yang dia kerjakan. " Kata Neil " Siap. " Jawab Lei kemudian keluar ruangan menghampiri Sabrina yang sedang fokus mengerjakan tugas " Erhem ! " " Pak Lei, ada bisa saya bantu pak ? " Tanya Sabrina " Apa yang kamu kerjakan ? " Tanya Lei " Ini pak menyelesaikan sedikit laporan meeting. Tapi sebentar lagi saya sudah selesai " Jawab Sabrina " Ok, jangan pulang terlalu malam. Pak Neil tidak suka karyawannya overtime " " Baik pak " kata Sabrina sambil membungkukkan badanya " Aku lihat dia sering overtime. Apa tugas Sisi dia semua yang mengerjakan ? " Tanya Neil " Tidak Bos, Sisi tetap melakukan pekerjaannya. Sabrina mengerjakan kerjaannya yang tertunda biasanya. " Jawab Lei " Sab, kamu belum pulang ?. Aku sudah di rumah mu lho. kita nunggu kamu untuk makan malam, iya kan buk. " Kata Karli " Iya ini juga mau pulang, sabar. " Jawab Sabrina dengan senyuman manisnya tak menunggu lama Sabrina membereskan meja kerjanya dan segera pulang. Hanya dua lima belas menit untuk sampai rumahnya kalau tidak macet. " Nah ini dia, cepat mandi. Aku sudah lapar. " Kata Karli " Iya iya sabar dong nona cantik. " Kata Sabtina sambil cubit pipi Karli dan mencium tangan ibunya " Buk, apa Sabrina pernah cerita kalau Dia jatuh cinta ? " Tanya Karli " Entahlah Nak, Sabrina sepertinya belum tertarik dengan pria. apa mungkin Dia takut dengan berita pernikahan di luar sana ya. " Kata Mina Ibu Sabrina
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD