" Aku sudah pernah bilang, setiap orang berbeda jalannya. dan juga sudah ku bujuk untuk mencoba buka hati agar jatuh cinta dulu. Tapi Sabrina malah bercanda mulu. "
" Hemmmm lagi ngomongin Aku ya. "
" Siapa lagi kalau bukan kamu, Sab Sab. " Canda Karli
“ sudah ayo makan, Aku sudah lapar. Kata Sabrina sambil menagmbil piring untuk ibunya
“ akhir – akhir ini kamu sering lembur, jangan lupa jaga kesehatan mu, Nak. “
“ Siap ibu ku yang cantik. “
“ Sab, bos mu tampan tidak ? “ Tanya Karli
“ biasa saja, namanya laki – laki ya tampan Ar, masak Cantik “ canda Sabrina
“ Tuh kan di Tanya sungguhanmalah bercanda terus “
“ oke oke . . . kalau dia tampan terus mau apa ? “
“ ya kalau tampan, berarti bagus dong bias ambil kesempatan jatuh cinta dengannya, iya kan Buk ? “ kata Karli dan di beri anggukan juga senyuman oleh ibu Sabrina
“ mesti begitu, lagian kalau aku masih sendiri aku bisa jaga Ibu. Kalau sudah menikah belum tentu bisa jaga ibu, yang ada nanti malah merepotkan ibu jaga cucu “ kata Sabrina
“ oh ya Nak, besok bisa antar ibu kepasar ? “
“ bisa dong bu “
“ Aku ikut “ sahut Karli
“ boleh, besok kita rame – rame ke pasar. “ kata Sabrina
Kehangatan keluarga Sabrina membuat nyaman siapapun yang masuk dalam lingkupnya. Sementara di tempat lain, Niel sedang menghadapi penolakan perjodohan.
“ Lei, apa kamu sudah bilang ke mama ku soal besok ? “ Tanya Niel
“ sudah Bos, namun Nonya Besar tidak mau tahu tentang hal itu. Nyonya tetap kekeh agar Bos datang di acara besok “ jawab Lei
“ Hufttttt . . . kalau begitu tanyakan, siapa nama wanita itu dan dari keluarga mana ? setelah itu cari tahu tentang Dia, agar besok Aku bisa menolak dengan alas an tepat “ perintah Neil
“ bagaimana kalau Nyonya besar menayakan untuk apa ? “ Tanya Lei
“ bilang saja yang kau bisa, atau bilang kalau aku mau kasih kejutan untuknya “ kata Neil
“ okelah “ kata Lei kemudian menghubungi mamanya Neil dengan mengaktifkan loudspeaker agar Neil bisa menndengarnya langsung
“ Nyonya, maaf menganggu. Saya mau menanyakan nama calon isteri dan calon mertua Pak Neil. “ kata Lei melalui Telepon
“ untuk apa ? “ Tanya mama Neil dengan suara ciri khasnya yang tegas
“ E - e . . . Pak Neil ingin memberikan bingkisan untuk calonya, dan ingin di beri nama “ jawab Lei dengan nada sedikit gugup
“ ternyata Niel good respon Saya senang dengarnya. Namanya Angelica, nama papanya Bram dan Siska nama Mamanya. Bilang ke Neil, jangan sampai mengecewakan “ kata Mama Neil
" Baik Nyonya, akan saya sampaikan. " Kata Lei kemudian menutup telepon
" kamu sudah dapat nama mereka, cari tahu tentang Angelica. Sebelum acara besok, kamu harus sudah menemukan siapa Dia. Cari keburukan Dia, agar Aku bisa menolak perjodohan itu. " Kata Neil
" Soal bingkisan bagaimana ? " Tanya Lei
" Tetap kamu belikan, besok Aku bawa. " Kata Neil dan di angguki oleh Leo
di tempat lain Sabrina dengan Ibu dan Karli menikmati hari mereka belanja di pasar.
" Ikannya ingin ku beli semua rasanya. " Kata Karli
" memangnya kamu bisa masak kalau kamu beli semua ikan ini ?. Yang ada juga ibu ku yang kamu suruh masak, iya kan buk ? " Canda Sabrina
" Kalian pasti akan bisa masak nanti kalau sudah dapat calon suami. Karena mau tidak mau harus masak. " Kata Bu mina dengan senyum manis
" kalau Aku pasti bisa masak donk Bu, anak siapa dulu. "
" Aku juga sebenarnya juga bisa masak tau. " Kata Karli dengan mulut manyun
" Sudah jangan ribut, tuh di lihatin tukang sayur. " Canda bu Mina dengan senyum lembut
Hari yang sudah di nanti oleh orang tua Neil telah tiba. Malam perjodohan.
" Malam Neil, ini Angel. " Sapa mama Neil saat Neil datang
" Hai, Angel. " Sapa Neil dengan ekspresi data
" Hai Neil. " Jawab Angel Lembut dengan senyuman manis
" Silahkan duduk. Neil, anjak Angel ke taman samping. " Kata Mama Niel
" mari ! " Ajak Neil kaku, kemudian Angel mengikuti langkah Neil
" Erhem . . ! Kamu pulang kerja selalu malam ya ? " Tanya Angel membuka pembicaraan
" Begitulah " jawab Neil
" biasanya waktu luang mu di jam berapa Neil ? " Tanya Angel lagi
" Gak tentu. " Jawab Neil dengan nada dingin sambil mengambil handphone dan mengirim pesan pada Lei
" Lei aku sudah bosan di sini. Cepat cari cara biar aku bisa pergi dari sini. " Pesan Neil pada Lei. Sementara Leu kebingungan mencari ide. Beberapa menit kemudian setelah berpikir akhirnya muncul ide.
" halo Sab, Aku bisa minta tolong ? Ini urgent " kata Lei menghubungi Sabrina
" Apa Itu pak ? " Tanya Sabrina
" Tolong kamu ke kantor, ambil berkas yang ada di security. Kemudian kamu antarkan ke rumah Pak Neil ya. Sekarang, ini urgent. " Kata Lei
" Tapi pak, saya tidak tahu alamat rumah Pak Neil. " Kata Sabrina
" Supir kantor sedang perjalanan ke rumah mu, Dia akan mengantar mu ke rumah Neil. " Kata Lei
" Baik Pak, saya akan bersiap - siap dulu. " Kata Sabrina kemudian Lei menutup teleponnya
" Ada apa Nak ? " Tanya Mina ibunya
" Ini ada tugas kantor bu, mendadak penting. Buk, Aku siap - siap dulu ya. Nanti kalau ada mobil datang suruh tunggu ya, itu supir kantor jemput. " Kata Sabrina buru - buru berganti pakaian
" Iya, sana. " Jawab Mina Ibuna. Tak lama supir kanyor sudah berada di depan rumah Sabrina
" Malam bu, mau jemput Mbak Sabrina. " Kata Supir kantor sopan
" Iya Pak tunggu sebentar ya, Sabrina sedang ganti baju. " Kata Bu Mina
" Sudah pak, ayo. " Sahut Sabrina dari depan pintu
" Buk Sabrina pergi dulu ya. ibu masuk saja, pintunya jangan lupa di kunci ya. " Kata Sabrina dengan buru - buru di ikuti supir kantor
" memangnya Pak Neil ada meeting ya Pak, kok tumben Pak Lei telepon saya. " Tanya Sabrina
" Saya kurang tahu mbak, tadi pesan pak Lei saya suruh jemput Mbak trus ambil berkas di kantor trus ke rumah Tuan Neil. " Jawab supir
dalam perjalanan Sabrina berselanjar dengan Handphonnya setelah tadi berbincang sedikit dengan supir.
" Lei, gimana. Sudah tahu tugas mu ? " Tanya Neil menghubungi Lei dengan pelan
" Sudah Bos, tenang saja. Supir sedang perjalnan ke rumah Bos, dengan bawa pesan. " Jawab Lei dengan tertawa pelan
" Ha, Supir ? "
" Saat pesan ku sudah sampai, nanti Bos pura - pura menjadi pacarnya ya. " Kata Lei
" Maksud mu gimna Lei ? " Tanya Neil Bingung
" Sudah nanti Bos juga akan tahu maksud ku. Sekarang temani saja dulu calon bos. " Kata Lei dengan tawa
" Sialaan kamu ! "
" Ada apa Neil ? " Tanya Angel
" Tidak ada. kamu mau aku ambilkan minum ? " Tanya Neil
" Terima kasih, tidak usah Neil. Kita ngobrol saja di sini. " Kata Angel
Selang berapa menit supir sudah sampai di halaman rumah Neil. Sabrina turun dari mobil dengan sedikit gugup karena melihat rumah Neik yang begitu megah.
" Pak, ini saya masuknya lewat pintu yang mana ? " Tanya Sabrina polos
" Oh yang itu mbak. " Kata Supir sambil menunjuk salah satu pintu
" Ok thanks ya pak. " Kata Sabrina
" Pak, mbak Sabrina sudah sampai di rumah pak Neil. " Kata Supir pada Lei
" Ok Good. " Jawab Lei kemudian menghubungi Neil
" Bos pesanan ku sudah sampai. Seger pick up ya. " Kata Lei dengan tawa renyah
" Angel, sepertinya kita harus ke depan. " Kata Neil mengajak Angel
" Maaf Tuan, ada yang ingin bertemu dengan Tuan Neil. " Kata Security pada orang tua Neil
" Siapa malam - malam begini. Apa sudah janjian dengan Neil ? "
" Sudah Ma, dia kekasih ku. " Sahut Neil dengan lantang tanpa melihat siapa yang datang
" Kekasih ? Jangan main - main ya Neil, kamu bilang belum punya kekasih. " Kata Isyana mana Neil
" Neil mau kasih kejutan pada mama dan papa. sebentar saya kenalkan " kata Neil kemudian menghampiri Sabrina.
Betapa terkejutnya Neil saat melihat Sabrina yang di jadikan sandiwara sebagai kekasih.
" gila ya Lei " kata Neik dalam Hati
" Malam Pak. " Kata Sabrina lembut
" Sssttt jangan panggil pak, panggil nama ku saja. kamu pura - pura jadi kekasih ku. Ayo ikut aku. " Kata Neil kemudian menggandeng Sabrina, sementara Sabrina kebingunan dengan tingkah Neil.
" ini Ma, kekasihku. Namanya Sabrina. " Kata Neil mengenalkan Sabrina pada kedua orang tuanya. Sementara tangan Sabrina mencengkram tangan Neil, bentuk tanda protesnya
" e . . Malam Tante " sapa Sabrina gugup
" Kamu jangan mempermalukan mama dan papa ya. Bukankah kamu sudah setuju dengan pertunangan ini. " Kata Isyana mamanya sangat kesal
" Maaf Ma, tapi Angel tidak sebaik yang kalian pikir. Aku ada buktinya. jadi tolong terima keputusan ku dengan kekasih ku. " Kata Neil