Bab 3

1522 Words
" Aku sudah pernah bilang, setiap orang berbeda jalannya. dan juga sudah ku bujuk untuk mencoba buka hati agar jatuh cinta dulu. Tapi Sabrina malah bercanda mulu. " " Hemmmm lagi ngomongin Aku ya. " " Siapa lagi kalau bukan kamu, Sab Sab. " Canda Karli “ sudah ayo makan, Aku sudah lapar. Kata Sabrina sambil menagmbil piring untuk ibunya “ akhir – akhir ini kamu sering lembur, jangan lupa jaga kesehatan mu, Nak. “ “ Siap ibu ku yang cantik. “ “ Sab, bos mu tampan tidak ? “ Tanya Karli “ biasa saja, namanya laki – laki ya tampan Ar, masak Cantik “ canda Sabrina “ Tuh kan di Tanya sungguhanmalah bercanda terus “ “ oke oke . . . kalau dia tampan terus mau apa ? “ “ ya kalau tampan, berarti bagus dong bias ambil kesempatan jatuh cinta dengannya, iya kan Buk ? “ kata Karli dan di beri anggukan juga senyuman oleh ibu Sabrina “ mesti begitu, lagian kalau aku masih sendiri aku bisa jaga Ibu. Kalau sudah menikah belum tentu bisa jaga ibu, yang ada nanti malah merepotkan ibu jaga cucu “ kata Sabrina “ oh ya Nak, besok bisa antar ibu kepasar ? “ “ bisa dong bu “ “ Aku ikut “ sahut Karli “ boleh, besok kita rame – rame ke pasar. “ kata Sabrina Kehangatan keluarga Sabrina membuat nyaman siapapun yang masuk dalam lingkupnya. Sementara di tempat lain, Niel sedang menghadapi penolakan perjodohan. “ Lei, apa kamu sudah bilang ke mama ku soal besok ? “ Tanya Niel “ sudah Bos, namun Nonya Besar tidak mau tahu tentang hal itu. Nyonya tetap kekeh agar Bos datang di acara besok “ jawab Lei “ Hufttttt . . . kalau begitu tanyakan, siapa nama wanita itu dan dari keluarga mana ? setelah itu cari tahu tentang Dia, agar besok Aku bisa menolak dengan alas an tepat “ perintah Neil “ bagaimana kalau Nyonya besar menayakan untuk apa ? “ Tanya Lei “ bilang saja yang kau bisa, atau bilang kalau aku mau kasih kejutan untuknya “ kata Neil “ okelah “ kata Lei kemudian menghubungi mamanya Neil dengan mengaktifkan loudspeaker agar Neil bisa menndengarnya langsung “ Nyonya, maaf menganggu. Saya mau menanyakan nama calon isteri dan calon mertua Pak Neil. “ kata Lei melalui Telepon “ untuk apa ? “ Tanya mama Neil dengan suara ciri khasnya yang tegas “ E - e . . . Pak Neil ingin memberikan bingkisan untuk calonya, dan ingin di beri nama “ jawab Lei dengan nada sedikit gugup “ ternyata Niel good respon Saya senang dengarnya. Namanya Angelica, nama papanya Bram dan Siska nama Mamanya. Bilang ke Neil, jangan sampai mengecewakan “ kata Mama Neil " Baik Nyonya, akan saya sampaikan. " Kata Lei kemudian menutup telepon " kamu sudah dapat nama mereka, cari tahu tentang Angelica. Sebelum acara besok, kamu harus sudah menemukan siapa Dia. Cari keburukan Dia, agar Aku bisa menolak perjodohan itu. " Kata Neil " Soal bingkisan bagaimana ? " Tanya Lei " Tetap kamu belikan, besok Aku bawa. " Kata Neil dan di angguki oleh Leo di tempat lain Sabrina dengan Ibu dan Karli menikmati hari mereka belanja di pasar. " Ikannya ingin ku beli semua rasanya. " Kata Karli " memangnya kamu bisa masak kalau kamu beli semua ikan ini ?. Yang ada juga ibu ku yang kamu suruh masak, iya kan buk ? " Canda Sabrina " Kalian pasti akan bisa masak nanti kalau sudah dapat calon suami. Karena mau tidak mau harus masak. " Kata Bu mina dengan senyum manis " kalau Aku pasti bisa masak donk Bu, anak siapa dulu. " " Aku juga sebenarnya juga bisa masak tau. " Kata Karli dengan mulut manyun " Sudah jangan ribut, tuh di lihatin tukang sayur. " Canda bu Mina dengan senyum lembut Hari yang sudah di nanti oleh orang tua Neil telah tiba. Malam perjodohan. " Malam Neil, ini Angel. " Sapa mama Neil saat Neil datang " Hai, Angel. " Sapa Neil dengan ekspresi data " Hai Neil. " Jawab Angel Lembut dengan senyuman manis " Silahkan duduk. Neil, anjak Angel ke taman samping. " Kata Mama Niel " mari ! " Ajak Neil kaku, kemudian Angel mengikuti langkah Neil " Erhem . . ! Kamu pulang kerja selalu malam ya ? " Tanya Angel membuka pembicaraan " Begitulah " jawab Neil " biasanya waktu luang mu di jam berapa Neil ? " Tanya Angel lagi " Gak tentu. " Jawab Neil dengan nada dingin sambil mengambil handphone dan mengirim pesan pada Lei " Lei aku sudah bosan di sini. Cepat cari cara biar aku bisa pergi dari sini. " Pesan Neil pada Lei. Sementara Leu kebingungan mencari ide. Beberapa menit kemudian setelah berpikir akhirnya muncul ide. " halo Sab, Aku bisa minta tolong ? Ini urgent " kata Lei menghubungi Sabrina " Apa Itu pak ? " Tanya Sabrina " Tolong kamu ke kantor, ambil berkas yang ada di security. Kemudian kamu antarkan ke rumah Pak Neil ya. Sekarang, ini urgent. " Kata Lei " Tapi pak, saya tidak tahu alamat rumah Pak Neil. " Kata Sabrina " Supir kantor sedang perjalanan ke rumah mu, Dia akan mengantar mu ke rumah Neil. " Kata Lei " Baik Pak, saya akan bersiap - siap dulu. " Kata Sabrina kemudian Lei menutup teleponnya " Ada apa Nak ? " Tanya Mina ibunya " Ini ada tugas kantor bu, mendadak penting. Buk, Aku siap - siap dulu ya. Nanti kalau ada mobil datang suruh tunggu ya, itu supir kantor jemput. " Kata Sabrina buru - buru berganti pakaian " Iya, sana. " Jawab Mina Ibuna. Tak lama supir kanyor sudah berada di depan rumah Sabrina " Malam bu, mau jemput Mbak Sabrina. " Kata Supir kantor sopan " Iya Pak tunggu sebentar ya, Sabrina sedang ganti baju. " Kata Bu Mina " Sudah pak, ayo. " Sahut Sabrina dari depan pintu " Buk Sabrina pergi dulu ya. ibu masuk saja, pintunya jangan lupa di kunci ya. " Kata Sabrina dengan buru - buru di ikuti supir kantor " memangnya Pak Neil ada meeting ya Pak, kok tumben Pak Lei telepon saya. " Tanya Sabrina " Saya kurang tahu mbak, tadi pesan pak Lei saya suruh jemput Mbak trus ambil berkas di kantor trus ke rumah Tuan Neil. " Jawab supir dalam perjalanan Sabrina berselanjar dengan Handphonnya setelah tadi berbincang sedikit dengan supir. " Lei, gimana. Sudah tahu tugas mu ? " Tanya Neil menghubungi Lei dengan pelan " Sudah Bos, tenang saja. Supir sedang perjalnan ke rumah Bos, dengan bawa pesan. " Jawab Lei dengan tertawa pelan " Ha, Supir ? " " Saat pesan ku sudah sampai, nanti Bos pura - pura menjadi pacarnya ya. " Kata Lei " Maksud mu gimna Lei ? " Tanya Neil Bingung " Sudah nanti Bos juga akan tahu maksud ku. Sekarang temani saja dulu calon bos. " Kata Lei dengan tawa " Sialaan kamu ! " " Ada apa Neil ? " Tanya Angel " Tidak ada. kamu mau aku ambilkan minum ? " Tanya Neil " Terima kasih, tidak usah Neil. Kita ngobrol saja di sini. " Kata Angel Selang berapa menit supir sudah sampai di halaman rumah Neil. Sabrina turun dari mobil dengan sedikit gugup karena melihat rumah Neik yang begitu megah. " Pak, ini saya masuknya lewat pintu yang mana ? " Tanya Sabrina polos " Oh yang itu mbak. " Kata Supir sambil menunjuk salah satu pintu " Ok thanks ya pak. " Kata Sabrina " Pak, mbak Sabrina sudah sampai di rumah pak Neil. " Kata Supir pada Lei " Ok Good. " Jawab Lei kemudian menghubungi Neil " Bos pesanan ku sudah sampai. Seger pick up ya. " Kata Lei dengan tawa renyah " Angel, sepertinya kita harus ke depan. " Kata Neil mengajak Angel " Maaf Tuan, ada yang ingin bertemu dengan Tuan Neil. " Kata Security pada orang tua Neil " Siapa malam - malam begini. Apa sudah janjian dengan Neil ? " " Sudah Ma, dia kekasih ku. " Sahut Neil dengan lantang tanpa melihat siapa yang datang " Kekasih ? Jangan main - main ya Neil, kamu bilang belum punya kekasih. " Kata Isyana mana Neil " Neil mau kasih kejutan pada mama dan papa. sebentar saya kenalkan " kata Neil kemudian menghampiri Sabrina. Betapa terkejutnya Neil saat melihat Sabrina yang di jadikan sandiwara sebagai kekasih. " gila ya Lei " kata Neik dalam Hati " Malam Pak. " Kata Sabrina lembut " Sssttt jangan panggil pak, panggil nama ku saja. kamu pura - pura jadi kekasih ku. Ayo ikut aku. " Kata Neil kemudian menggandeng Sabrina, sementara Sabrina kebingunan dengan tingkah Neil. " ini Ma, kekasihku. Namanya Sabrina. " Kata Neil mengenalkan Sabrina pada kedua orang tuanya. Sementara tangan Sabrina mencengkram tangan Neil, bentuk tanda protesnya " e . . Malam Tante " sapa Sabrina gugup " Kamu jangan mempermalukan mama dan papa ya. Bukankah kamu sudah setuju dengan pertunangan ini. " Kata Isyana mamanya sangat kesal " Maaf Ma, tapi Angel tidak sebaik yang kalian pikir. Aku ada buktinya. jadi tolong terima keputusan ku dengan kekasih ku. " Kata Neil
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD