Bab 4

1540 Words
" Apa maksud mu menjelekkan anak ku ! " Sahut orang tua Angel " Maaf Om, saya tidak bermaksud menjelekkan atau gimana. Tapi Angel itu sudah punya pacar. Ini saya punya videonya. " Kata Neil sambil memutar video dan menunjukkan ke orang tua Angel. Dengan raut wajah terkejut dan malu, kedua orang tua Angel langsung berpamitan pulang. " kenapa kamu melakikan ini, Neil ? Mama kecewa. " Kata Mama Neil " Ma ! " Panggil Neil sementara Sabrina hanya diam bingung dengan suasana sekitar. " biarkan Mama dulu, besok kita bicara lagi. " Kata Papa Neil sambil menepuk bahu Neil kemudian pergi. " Aku antar kamu pulang ! " Kata Neil dengan nada datar pada Sabrina. " Maaf pak, saya pulang sendiri saja. " Kata sabrina " Cepat, jangan banyak bicara. " Kata Neil dengan berjalan cepat. Dan akhirnya Sabrina mengikuti Neil masuk ke dalam mobil " Kasih tunjuk arah rumah mu. " Kata Neil dengan wajah dinginnya " Pak Neil, lurus saja dari sini sampai lampu merah kedua nanti belok kanan. " Kata Sabrina " Bilang saja nanti pas belok. Jangan cerewet, kamu pikir aku supir mu " kata Neil mode badmud Sabrina hanya terdiam sambil melirik Neil. " Tadi tanya arah, giliran di jawab malah marah. Mending Aku pulang sendiri saja tadi. " Kata Sabrina dalam hati sepuluh menit telah berlalu Neil sudah belok yang di instruksikan Sabrina. " Saya berhenti di sini saja pak. " Kata Sabrina " Aku bukan taksi, jangan berhenti sesuka mu. Mana rumah mu. " Kata Neil " Maaf. Rumah cat biru itu pak. " Kata Sabrina Setelah berhenti di depan rumah Sabrina, Neil melihat rumah Sabrina dengan terdiam. " Terima kasih Pak. " Kata Sabrina sambil membuka pintu mobil dan turun, di waktu itu juga bersamaan ibu Sabrina membuka pintu rumah. " Di antar siapa Nak ? " Tanya Ibu Sabrina " Pak Neil, Bu. " Jawab Sabrina " Kenapa tidak di suruh mampir ? " Kata ibu Sabrina langsung berlari menghampiri Neil di dalam mobil. Neil langsung membuka kaca mobil. " Malam Pak Neil, mari mampir minum teh. " Kata Ibu Sabrina. Sabrina heran melihat Ibunya yang begitu exited " Tidak menganggu ? " Kata Neil dengan ramah " Sangat tidak menganggu, saya sangat senang kalau Pak Neil berkenan mampir. Sebagai ucapan terima kasih saya karena sudah mengantarkan Sabrina sampai rumah " kata Ibu Sabrina " Baiklah. " Kata Neil kemudian mematikan mobil dan segera turun Dengan senang Ibu Sabrina menyambut Neil Masuk ke rumah. Sedangkan Sabrina masih terpaku diam di luar saat Neil masuk ke dalam rumah " Mana Sabrina, aduh kenapa kamu masih di situ Nak ?. Buatkan Teh untuk Pak Neil. " Kata ibu Sabrina sambil menarik Sabrina ke dalam " Maaf ya Pak. Oh ya Pak Neil, saya terima kasih banyak karena sudah mengantar Sabrina dan berkenan ke rumah kami yang seperti ini. " Kata Ibu Sabrina " Sama - sama. Ibu hanya tinggal berdua ? " Tanya Neil " Iya hanya saya dan Sabrina. itu mengapa Ibu sangat senang kalau ada teman Sabrina berkunjung. dan sekarang Pak Neil, atasan Sabrina ya g berkunjung ke sini. Saya sangat senang, jadi tidak kesepian kalau ada tamu. Soalnya Sabrina belum punya kekasih, susah bujuk Sabrina jari pasangan. " Kata Ibu Sabrina dengan semangat bercerita " Ibu apaan sih, maafkan Ibu saya Pak. Silahkan di minum tehnya. " Kata Sabrina sambil meletakkan cangkir teh di depan Neil. " Silahkan Pak Neil, di minum tehnya. " " Terima kasih Bu. " Kata Neil kemudian minum tehnya, dan menatap Sabrina. Momen sekecil ini mampu mengubah persepsi Neil terhadap Sabrina " Maaf Pak Neil, kalau ada kekurangan dari Sabrina di kantor ya. " " Kerjaan Sabrina bagus dan disiplin, saya suka. Sekarang Dia juga jadi sekretaris pribadi saya " Kata Neil. Jawaban Neil membuat Sabrina terkejut, mendengar jabatan barunya secara mendadak. Selain itu juga karena baru kali ini Neil mengakui hasil kerja karyawannya " Wah sekretaris pribadi ?. Ya ampun Nak, ibu bangga sama kamu. " Ibu Sabrina bahagia mendengarnya sambil memegang tangan Sabrina " sepertinya sudah malam, saya pamit dulu. Terima kasih untuk tehnya. " Kata Neil " Kok buru - buru sekali Pak Neil. lain kali kalau lewat sini, mampir ya. Ibu pasti senang, nanti ibu masak makanan untuk Pak Neil. " Kata Ibu Sabrina " Terima kasih banyak Bu. Saya pamit. " Kata Neil " Sab, antar Pak Neil ke depan ya. ibu mau bereskan ini. " Kata Ibu Mina, dan Sabrina mengantar Neik sampai ke mobil " Besok kamu ke apartemen ku sebelum jam delapan. Jangan telat. Nanti Aku share lokasinya " Kata Neil " Tapi Pak, kalau boleh tahu ada apa ya Pak ? " Tanya Sabrina " Besok kamu akan tahu. jangan banyak tanya, datang saja, kalau tidak kamu akan tahu sanskinya. " Kata Neil kemudian masuk ke dalam mobil Setelah kepergian Neil, Sabrina langsung protes dengan Ibunya. " Ibu kenapa seperti tadi, Sabrina malu tahu. " Kata Sabrina dengan muka manyun " kenapa musti malu, itu atasan kamu. Kita harus menjamu tamu dengan baik Nak. Lagian juga Dia sudah mengantar mu pulang, kan. " Kata Ibu Sabrina " Ya itu karena kesalahan Dia sendiri makanya dia mau antar pulang Aku, Bum " kata Sabrina " Sudahlah yang penting Pak Neil tadi senang. tapi ibu mau protes ke kamu, kenapa tidak bilang kamu jadi sekretaris. " " Bu, Aku saja kaget tadi Pak Neil bilang begitu. Mungkin Pak Neil hanya spontan saja bu. " Kata Sabrina " Semoga saja betul, Nak. Taoi aku lihat Pak Neil baik orangnya, sopan. Biasanya ada atasan yang tidak rendah hati. " Kata bu Mina " ya doakan saja semua baik Bu, soalnya kalau di kantor Dia serem banget. Yang penting Ibu tetap doakan Aku ya, okey ? . Sekarang kita tidur ya bu, sudah malam. " Kata Sabrina dengan senyum Manja ke Ibunya Ting . . . Pesan masuk di handphone Sabrina. dari seseorang. " Siapa ini, oh Pak Neil. Jauh sekali Apartemennya dari sini. " Gumam Sabrina saat membuka map yang di kirim Neil " jangan terlambat ! " Kata Neil di dalam pesan " Hemmmm dingin sekali. besok harus bangun pagi nih, perjalananya dua puluh menit dari ini. Semoga tidak macet. Semangat Sab " gumam Sabrina memberi semangat untuk dirinya sendiri Keesokan harinya Sabrina bangun lebih pagi dari biasanya. Ibu Sabrina yang sudah bangun duluan dan memasak makan pagi pun terkejut " Lho Nak, kok sudah rapi. Mau berangkat kantor sekarang ? " Tanya Bu Mina " Iya Bu, ak di minta lebih awal Pak Neil. " Kata Sabrina sambil minum serealnya. " Masakan Ibu belum siap, terus kamu gimana sarapannya. Ibu bawakan buah ya " kata Bu Mina " Iya boleh deh Bu, buat sarapan di jalan. " Kata Sabrina " Kalau sarapan berhenti, jangan sambil jalan ngemil. " Kata Bu Mina mengingatkan karena Dia sangat tahu Sabrina kalau sudah terburu - buru Ia akan makan sambil naik motor. " Iya tenang saja Bu, kali ini Aku akan makan di tempat kok. Enggak sambil jalan. Soalnya ini terburu - buru pakai banget. Sudah ya Bu, Aku berangkat dulu. Sisakan makanan pagi ini untuk ku nanti sore. " Kata Sabrina sambil mencium tangan dan pipi Ibunya " Hati - hati di jalan, jangan ngebut Sab. " " Okay " jawab Sabrina di luar Sementara itu Neil baru bangun, Ia berpesan pada Suni asisten rumah tangganya kalau nanti ada karyawannya datang. Suni berpkir kalau itu Mas Lei, Suni hanya menganggukkan kepala. “ kalau Dia sudah datang, buatkan dia sarapan juga “ kata Neil “ baik Pak. “ jawab Suni “ biasanya Mas Lei tidak pernah minta di buatakan sarapan, apa Pak Neil lupa ?. atau tamunya beda ? “ kata Suni dalam hati “oh ya Pak Neil mau saya buatkan sarapan apa ? “ Tanya Suni “ seperti biasa saja, kali ini buatkan saya kopi s**u. Susunya sedikit saja tidak manis. “ jawab Neil kemudian menaikki tangga menuju kamarnya untuk bersiap – siap. Tak lama Neil naik, ada suara gerbang terbuka. Dan itu adalah Sabrina yang sudah berada di kediaman Neil. Dengan sopan, Satpam bertanya kepada Sabrina yang terlihat terdiam memandang rumah Neil. “ Maaf Mbak, ada yang bisa saya bantu ?. Mbak ini ada keperluan apa ya ? “ Tanya Satpam “ kenalkan saya Sabrina, saya karyawan Pak Neil. Dan Pak Neil meminta saya untuk datang ke sini, saya bisa ketemu dengan Pak Neil ? “ Jawab Sabrina dengan sopna “ Oh Karyawan Pak Neil. Baik mari saya antar ke dalam. “ kata Satpam mempersilahkan Sabrina untuk mengikutinya. Dengan langkah pasti Satpam mencari keberadaan Mbok Suni. “ kemana Mbok Suni ini ? “ Gumam Satpam “ Tunggu sebentar ya Mbak, saya panggilkan Mbok Suni dulu “ kata Satpam dan Sabrina menganggukan kepala dengan senyum ramah “ Mbok Suni, aduh aku cari ternyata di sini, itu ada yang cari Pak Neil “ “ lha biasanya kan saya disini, kamu gimana to. Oh ya tamunya Pak Neil sudah datang, dimana ? “ kata Mbok Suni “ saya suruh tunggu di ruang depan “ “ ya sudah, biar saya temui. Tadi Pak Neil juga sudah berpesan sama saya. “ kata Mbok Suni berjalan lebih dulu dan Satpam mengikutinya. Setelah Mbok Suni bertemu Sabrina, Satpam langsung meninggkan mereka berdua dan tentunya berpamitan.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD