Alia 3

1275 Words
Alia melangkahkan kakinya lebih ringan. Sudah lebih dari seminggu dosennya Ronald tidak pernah menganggu dirinya lagi. Rupanya setelah kejadian mereka terpergok oleh Fahri. Ronald tidak berani berbuat macam-macam kepada Alia lagi dan itu membuat Alia merasa lega. Setelah kejadian itu hubungan Alia dengan Fahri dosennya malah menjadi lebih dekat, apalagi setelah Alia mengirim pesan mengucapkan terima kasih atas pertolongan Fahri waktu itu. Setelah pesan pertama Alia itu, malah membuat mereka jadi sering bertukar pesan walaupun terkadang hanya sekadar pesan ringan tanpa ada arti. Entah kenapa Alia merasa kalau sehari saja tidak mendapatkan kiriman pesan dari Fahri serasa ada yang hilang bagi wanita itu. Seperti hari ini. Alia merasakan begitu sakit hatinya ketika kembali mertuanya menyindir Alia karena kembali gagal hamil karena kedapatan membuang pembalut di tempat sampah. Rasanya Alia ingin menceritakan hal sebenarnya, bahwa Rizky anaknya sendiri yang tidak mau mempunyai anak dulu sehingga menyuruh Alia mengenakan pengaman ketika mereka berhubungan intim. Dengan perasaan sedih dan kecewa entah kenapa Alia ingin rasanya bertukar pesan dengan Fahri dosennya. Wanita itu masuk ke dalam kamar dan segera di ambilnya telepon seluler miliknya dan mencari kontak Fahri untuk mengirim pesan. Alia.. Pagi Pak Fahri, Jangan lupa sarapan ya Pak Pesan yang dikirim Alia terkesan seperti seorang pacar kepada kekasihnya tetapi itulah yang sering terjadi antara Alia dengan Fahri dosennya itu. Hanya sekadar pesan-pesan singkat yang entah kenapa malah membuat mereka berdua semakin menjadi dekat. Pintu kamar mandi terbuka, keluarlah Fahri yang baru saja selesai mandi. Pria itu hari ini tidak ada jadwal mengajar menjadikan Fahri bangun agak siang. Masih mengenakan handuk pria itu mengambil ponselnya ketika mendengar ada suara pesan di terima. Pria itu tersenyum ketika mendapati ada pesan yang dikirim oleh Alia mahasiswinya. Semenjak kejadian Fahri menolong Alia dari pelecehan yang dilakukan oleh Ronald hubungan Fahri semakin dekat dengan Alia dan pria itu merasa ada sesuatu yang berbeda dirasakan oleh dirinya walaupun dia berusaha menepis semuanya karena sadar Alia sudah mempunyai suami tetapi Fahri juga merasa Alia seperti tidak keberatan dengan kedekatan mereka. Dan entah kenapa hari ini Fahri seperti sudah tidak bisa menahan perasaannya lagi apalagi setelah membaca pesan yang dikirimkan oleh Alia kepada dirinya. Bergegas Fahri membalas pesan Alia. Fahri.. Pagi Alia, saya baru saja selesai mandi. Terimakasih sudah mengingatkan saya untuk sarapan. Fahri.. Alia hari ini ada kuliah ? Tidak butuh waktu lama pesan tersebut bercentang biru dan tanda Alia sedang menuliskan balasannya. Fahri seperti remaja saja karena merasa begitu tidak sabar membaca balasan yang dikirimkan oleh Alia dan ketika bunyi tanda pesan masuk segera saja Fahri membuka pesan yang dikirimkan oleh Alia. Alia.. Alia cuma ada jadwal ketemuan sama dosen pembimbing terus itu pulang Fahri tersenyum menerima balasan pesan dari Alia dan dengan cepat pria itu mengirimkan pesan kepada Alia kembali. Fahri.. Mau tidak kalau nanti setelah ketemu dengan dosen, saya jemput kamu terus kita pergi makan. Ada yang mau saya bicarakan dengan kamu. Pesan yang dikirimkan oleh Fahri masih bertanda abu-abu yang berarti wanita itu belum membacanya. Mata Fahri tidak berhenti melihat ke arah Ponselnya dan ketika tanda itu masih saja belum berubah menjadi biru membuat pria itu sedikit galau. Sambil menghela napas pelan. Fahri lalu berniat untuk memakai pakaian. Pria itu mengambil pakaian di dalam lemarinya setelah hampir selesai berpakaian, kembali terdengar suara pesan masuk membuat Fahri melupakan niatnya untuk mengancingkan kemejanya dan segera mengambil HP. Alia.. Boleh pak , di mana mau ketemunya ? Fahri tersenyum senang karena ternyata Alia tidak menolak ajakannya dengan segera Fahri mengetikkan pesan. Fahri.. Biar saya jemput Alia di kampus. Tunggu saya di halte bus di dekat kampus Alia.. Iya deh kalau begitu. Sampai ketemu nanti Tak henti-hentinya Fahri tersenyum senang. Rasanya pria itu sudah tidak sabar menunggu waktu untuk menjemput Alia. Pria yang terkenal berwibawa dan keras terhadap mahasiswa itu mendadak menjadi seperti remaja cowok yang baru mengenal perempuan. Tetapi Fahri langsung mengingat bahwa Alia sudah menjadi istri orang. Secepat Fahri mengingat tentang Alia istri orang, secepat itu juga Fahri langsung melupakannya karena merasa Alia juga tidak keberatan selama ini membalas pesan dari dirinya bahkan terkadang wanita itu yang lebih sering mengirim pesan duluan, berarti Alia mahasiswinya itu juga menyukainya. Terlalu banyak pikiran yang menghinggapi Fahri dan pria itu sudah tidak sabar untuk bertemu Alia untuk mengetahui apa perasaan wanita itu sama seperti perasaan yang Fahri rasakan. F ahri sadar kalau dirinya sedang bermain api tetapi dia sepertinya tidak keberatan dan menerima konsekuensinya. Suasana hati Alia terlihat begitu senang hari ini apalagi karena nanti siang dirinya bisa bertemu dengan Fahri dosennya sendiri. Wanita itu merasa seperti jatuh cinta lagi walaupun dia juga sadar dirinya sudah bersuami tetapi Alia merasa nyaman untuk bercerita dengan Fahri. Setelah selesai bimbingan skripsi Alia bermaksud untuk segera mengirimkan pesan kepada Fahri karena ternyata bimbingan skripsinya lebih cepat selesai dari yang dikiranya. Langkah kaki Alia yang berniat untuk keluar dari ruangan dosen sedikit tersendat ketika melewati pintu ruang kerja Ronald. Semenjak kejadian waktu itu. Ronald tidak pernah lagi menganggu Alia entah apa yang telah dikatakan Fahri kepada Ronald, awalnya Alia takut Ronald melaporkan perihal masalah Rizky ke pihak kampus tetapi itu juga tidak dilakukan oleh Ronald karena Rizky suaminya juga lancar-lancar saja menyusun skripsi untuk kelulusannya. Alia merasa lega sekali karena Fahri menolongnya waktu itu hingga membuatnya bisa terlepas dari ancaman Ronald dan akhirnya malah membuat Alia menjadi dekat dengan Fahri. Ketika hampir melewati pintu ruang kerja Ronald. Wanita itu sepertinya mendengar suara-suara aneh dari dalam ruangan tersebut. Banyak pikiran buruk yang hinggap di kepala Alia. "Apa mungkin ada gadis lain lagi yang terjebak bersama Ronald?" Alia tidak mau apa yang di alami dirinya terjadi dengan gadis lain. Cukup dirinya saja yang merasakan keganasan Ronald dan pelecehan dari Dosennya itu. Dengan takut-takut Alia berusaha menghampiri pintu ruang kerja Ronald. Telapak tangannya sudah berkeringat. Wanita itu menoleh mengedarkan pandangannya ke ruangan luas itu dan ternyata begitu sepi karena kebanyakan dosen lagi memberikan mata kuliah. Dengan memberanikan diri Alia nekat untuk melakukannya sendiri. Tangannya telah berada di gagang pintu. Lalu dengan cepat Alia memutar gagang pintu dan membukanya. Betapa terkejutnya wanita itu ketika melihat siapa yang berada di dalam ruangan tersebut. "Apa yang kamu perbuat pada sahabat aku" teriak Alia yang menghentikan aktivitas yang sedang terjadi di dalam ruangan itu. Alia berdiri di depan pintu dengan wajah merah menahan emosi. Gadis itu tidak menyangka sahabat baiknya Tari yang berada di dalam ruang kerja Ronald sedangkan Tari terlihat sama-sama terkejut juga, gadis itu langsung merapikan pakaiannya dan bergegas keluar dari ruang kerja Ronald. "Saya tidak tahu apa ancaman Bapak kepada Tari tetapi saya akan laporkan ini kepada pihak kampus," kata Alia dengan berani lalu keluar dari ruang kerja Ronald bermaksud untuk mengejar Tari sahabat baiknya. Setelah berada di luar Alia segera mencari Tari , wanita itu bermaksud untuk meminta penjelasan tentang apa yang baru saja dilihatnya. Dan untung saja Tari juga terlihat sedang menunggu dirinya tidak jauh dari ruangan dosen. "Apa yang telah terjadi Tari ? Tanya Alia langsung ketika sudah mendekati sahabatnya itu. "Tidak ada apa-apa," jawab Tari yang masih berusaha menghindar. "Tapi aku tadi melihat Pak Ronald bermaksud melecehkan dirimu." "Tolong jangan menanyakan hal itu. Terima kasih tadi kamu sudah menolong aku," sahut Tari yang masih tidak mau menjelaskan semuanya. Alia hanya bisa menghela napas. Wanita itu juga tidak bisa memaksa bila sahabatnya itu tidak mau menceritakan tentang apa yang sedang terjadi antara dirinya dan Ronald. "Tari lebih baik kita laporkan masalah ini dengan pihak kampus agar kejadian tadi tidak di alami lagi oleh mahasiswi yang lainnya," Saran Alia. Wanita itu merasa Ronald pria yang berbahaya karena mengunakan kedudukannya untuk memperoleh apa yang diinginkan pria itu. Tari akhirnya mengikuti saran dari sahabatnya. Kedua sahabat itu akhirnya memutuskan untuk melaporkan apa yang terjadi pada pihak kampus dan menyerahkan semua keputusan kepada mereka.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD