Alia memandangi tangan yang terulur kepadanya lalu menatap wajah tegas Fahri. Raut wajah Fahri terlihat tegang. Pria itu seakan takut kalau Alia menolaknya tetapi tiba-tiba Senyum manis menghiasi wajah cantik Alia membuat Fahri merasakan darahnya mengalir dengan cepat dan ketika tangan mungil wanita itu diletakkan di atas tangan Fahri yang besar, rasa lega dan bahagia langsung membuat Fahri tersenyum lebar. Pria itu lalu menarik tubuh ramping Alia dan mengecup puncak kepala Alia dengan lembut. Lalu Fahri mengandeng lengan Alia dan mengajaknya melangkah menuju ke arah kamar miliknya. Detak jantung Alia semakin lama semakin cepat, ketika langkah kaki mereka menuju ke sebuah kamar semakin dekat, kemungkinan kamar itu adalah kamar tidur Fahri. Wanita itu bahkan merasa telapak tangannya ber

