"Oh gitu? Cuma istri aja yang dikabarin?" Tanya Naya dengan tak santainya sambil menatap garang Doni. Doni tak terusik meskipun wajah Naya sudah tak bersahabat. Pak Man bisa apa selain diam selama perdebatan berlangsung antara Doni dan Naya—sepasang kekasih yang tak pernah akur jika sedang bersama, tapi jika terpisah jarak mereka akan saling merindukan satu sama lain. "Iya lah, cuma istri dan anak." Ucap Doni dengan melakukan penekanan dari setiap katanya. "Oke kita end." Ucap Naya sambil memalingkan wajah lalu menghentakkan kaki masuk ke dalam rumah. Doni dan Pak Man hanya menggelengkan kepalanya melihat Naya yang sedang merajuk. Doni menoleh menatap Pak Man yang sudah bersiap di balik kemudinya. "Pak Man mau pulang sekarang?" Pak Man mengangguk dan tersenyum. "Iya Pak, saya pulan

