23. Sekongkol

1077 Words

Tiga hari sudah Doni berada di Surabaya. Naya sudah mencak-mencak karena merindukan sosok Doni yang selalu memanjakannya. Perdebatan hari kemarin tentang arah tujuan mereka akhirnya benar-benar membawa mereka menuju ke Bogor, bukan ke Surabaya. Disepanjang perjalanan, Naya menekuk wajahnya karena merasa telah dibohongi oleh orangtuanya. Reina dan Reino yang tidak mengetahui apa-apa hanya bisa diam tanpa banyak berkomentar, ketika melihat suasana didalam mobil semakin mencekam. “Ma, kenapa kita ke Bogor tiba-tiba? Apa Mbah sakit disana?” Tanya Reino ketika melihat wajah sendu Naya sedari berangkat mengganggu penglihatannya. “Enggak Bang, Mbah gak sakit kok. Kenapa emangnya?” Tanya Bella pada putranya. “Kok tapi tiba-tiba aja sih?” Reino kini mendongak menatap kakaknya yang menatap kosong

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD