Steve terbangun saat Hawa dingin kembali menyengat kulitnya, tak di sangka rupanya malam telah berganti menjadi pagi. Matahari pun dengan sudi menampakkan diri.
Steve bangun mematikan AC yang mengganggu tidurnya. Tapi memang harus ia paksakan untuk bangun lebih pagi.
Dan tak seperti biasa, ayahnya berangkat kerja jauh lebih pagi dari hari-hari biasanya. Saat Steve keluar kamar, ayahnya sudah tengah berjalan dengan terburu-buru sambil membawa jas yang di tekuk di tangan kirinya.
“ mengapa ayah sebegetu terburu-burunya? “ tanya nya di lubuk hatinya.
Zacklee mulai memasuki mobil dan pergi ke arah yang berlawanan dari kantornya. Ia mendengar kabar bahwa Mihaw telah meninggal.
Ia sesegera mungkin pergi ke tempat kejadian perkara untuk melihat kondisi Mihaw.
Sesampainya di gudang, telah nampak beberapa orang tengah melihat-lihat keadaan sekitar gudang. Banyak dari mereka yang berbisik-bisik perihal kebakaran yang menimpa gudang.
Zacklee menerobos masuk karena ia ingin melihat Mihaw dari jarak dekat. Polisi telah membawa Jenazah Mihaw masuk ke ambulans.
“ mengenaskan, ia mati terbakar “
“ Siapa orang yang berada di dalam gudang? “
“ aku dengar dia pemakai barang haram “
Bisik beberapa orang di sekitar Zacklee. Ia langsung bertanya kepada polisi tentang desas-desus terjadinya kebakaran.
“ halo pak, boleh ku tahu apa yang terjadi? “ tanya Zacklee.
“ Halo juga pak, sepertinya gudang ini memang sengaja di bakar. Karena di temukannya beberapa barang bukti berupa bahan bakar minyak. Sejak detik ini kami masih mencari bukti lain yang akan mengarah pada pelaku pembakaran “ ujar polisi itu.
Zacklee terdiam dan tak banyak bicara. Ia mulai menerka-nerka soal pelaku pembakaran gudang. Tapi siapa?
“ aku tidak mengerti, siapa yang membakar gudang ini? “ Gumam Zacklee dalam hatinya.
Terbesit di benaknya bahwa Lay yang melakukan semua ini. Tetapi Lay telah di penjara. Ahhh tidak mungkin!
Zacklee pun akhirnya pergi ke kantornya setelah mencari tahu asal usul meninggalnya Mihaw. Meski begitu di sepanjang perjalanan ia terus penasaran soal siapa orang yang melakukan semua ini.
***
Irene tengah sibuk menyoroti pakaiannya di depan cermin. Kemarin ia bolos bekerja kali ini, ia hendak bergegas untuk bekerja. Louis keluar dari kamarnya dan menguap.
Irene dengan spontan melontarkan pertanyaan,
“ Bagaimana kkau siap untuk bekerja bersama Zacklee? “ Tanya nya sembari merapikan bajunya.
Louis membulat mendengarkan pertanyaan Irene.
“ ya, aku akan mulai mmencari tahu alamat kantornya “ jawabnya.
“ lalu? “ sahut Irene.
“ aku akan melamar kerja “ Ucap Louis singkat.
Wajah sumringah Irene berubah menjadi datar.
“ bodoh! Kau pikir kau akan di terima begitu saja? “ Sentak Irene.
“ lalu aku harus bagaimana? “ Tanya Louis dengan nada tinggi.
“ kita sudah menghabiskan seluruh energi kita untuk membunuh Mihaw bukan? Kau cukup mencari tahu alamatnya saja. Jika kau sudah tau hubungi aku segera. Paham kan? “ Ucap Irene memberi arahan.
Louis hanya diam, dan terus mencari tahu apa maksud dari Irene, alhasil ia hanya bisa mengangguk pelan.
Irene berangkat pergi bekerja di kedai bubble tea tempat ia bekerja. Sesampainya di sana banyak pelayan lainnya yang menanyakan mengenai Irene yang bolos bekerja.
“ Irene, kau kemana saja kemarin? “ tanya salah satu pelayan kedai.
“ ahh aku tidak enak badan “ Jawab Irene mengelak.
Lalu salah satu pelayan lainnya menghampiri Irene,
“ tidak enak badan, atau berkencan dengan pria yang selalu datang kesini untuk menemuimu? “ Sahut nya seraya menekuk tangannya.
“ aku tiidak enak badan “ Ucap Irene ketus.
Dan pemilik kedai akhirnya datang setelah menguping pembicaraan Irene dengan Pelayan lain.
“ omoooo kau tiidak enak badan? Bagaimana ratu kecantikan di kedai ini tidak enak badan? Kau tidak apa-apa? Seharusnya kau mengabariku agar aku tidak khawatir “ ucapnya mengkhawatirkan Irene.
“ ya “ Jawab Irene singkat.
“ jika kau masih tidaak enak badan, kau bisa libur sesukamu Irene ku sayang “ Tambah ibu pemilik kkedai
“ ya “ Ujar nya sambil meninggalkan ibu kedai yang tengah berbicara. Sopan sekali bukan?
“ Mengapa kalian tidak bekerja? Bekerja sekarang ! “ sentak Ibu pemilik kedai sembari menghentakkan kakinya ke lantai.
Pelayan lain yang sibuk berdiri mengamati obrolan akhirnya membubarkan diri dan kembali ke tempatnya masing-masing .
Irene mencuci beberapa gelas yang kotor, salah satu pelayan datang menghampiri. Ia bersama Jessi, Jessi di kenal lebih banyak bicara. Dan ia selalu berpenampilan menarik.
Sebelum Irene masuk ke dalam kedai tersebut, ibu pemilik kedai selalu berperilaku baik kepada jessi. Dan datangnya Irene membuat Jessi menjadi gusar karena telah menarik perhatian banyak orang.
“ ouw, bukankah kau kemarin berkencan dengan pacarmu? “ tanya Jessi mengangkat alisnya.
Irene menolehkan kepalanya ke arah jessi
“ kau penasaran? mengapa kau mengurusi hidupku? Bukankah pekerjaanmu masih banyak? “ Ujar Irene deengan tatapan sinis.
“ ohh baiklah, aku hanya penasaran mengapa pria kaya biisa menyukai gadis pelayan sepertimu “ Seru Jessi dan meninggalkan Irene.
Irene cukup terusik dengan tingkah Jessi yang selalu mengusik dirinya. Ahhh gadis itu sangat mudah iri dan sangat merajalela.
Selama Irene bekerja, Jessi terus mondar-mandir di belakang Irene. Lalu ia mulai melakukan sesuatu untuk mengusik Irene Lagi.
“ Ups, Maaf aku tidak sengaja “ Kata Jessi tidak merasa bersalah.
Ia menumpahkan segelas air di punggung Irene, Irene mulai terpancing emosinya saat Jessi dengan sengaja melakukan itu. Ia terus menatap Jessi dan tangannya mulai mengepal.
Sehingga ia terdorong untuk melakukan pembalasan kepada Jessi. Ia turut mengambil Gelas dan mengisi nya dengan air yang sangat panas.
Dan ia mulai mendar-mandir di belakang Jessi dan dengan sengaja menumpahkan air panas itu di punggung jessi. Jessi sontak berteriak dengan keras dan menganggu pelayan lainnya.
“ oh sayang sekaali, aku tidak sengaja “ Kata Irene sembari menunjukkan barisan gigi rapinya.
Jessi terus berteriak karena kepanasan, Segeralah ia pergi ke kamar mandi untuk mendinginkan Punggungnya yang panas. Dan Irene ikut menyusulnya dari belakang.
“ mengapa , apa rasanya panas? “ Ucap Irene seraya membersihkan tangannya dengan santai.
“ Kau sengaja kan? Hah? Aku pikir dugaanku benar bahwa kau sudah gila “ Sentak Jessi sembari menunjuk-nunjuk Irene.
Tangan Irene yang semula diam, menggenggam jari telunjuk Jessi yang menunjuk ke arahnya.
“ aku memang sengaja, kau terkejut? “ Kata irene dengan mata membulat.
Kakinyaa mullai melangkah ke hadapan jessi, dan Jessi mulai mundur perlahan-lahan hingga tubuhnya mengenai dinding kamar mandi.
“ aku membenci seseorang yang membenciku, bahkan aku lebih dan sangat membencinya “ Tambah Irene.
Jessi menghempaskan tangan Irene.
“ aku lega mendengar kau membenciku “ Ucap Jessi melawan.
Irene menarik kerah baju Jessi dan mulai mengangkatnya. Mata Jessi terbelalak Lebar dan Ia mulai sesak napas.
“ berhenti mengusikku, jika kau tidak aku melakukan yang lebih dari ini “ Sentak Irene.
Irene menghempaskan jessi kembali dan meninggalkan Jessi di kamar mandi sendirian, ia juga keluar melewati pintu dan membanting pintu kamar mandi dengan keras.
Pelayan lainnya menyoroti Irene yang keluar dari kamar mandi dengan keadaan emosi. Dan Irene berjalan sembari merapikan bajunya.
“ Irene, kau tiidak apa-apa? “ tanya pelayan lain.
Irene hanya menatap Pelayan itu dan mengacuhkannya. Dan melewati pelayan itu dengan muka penuh kekesalan.
***
Louis tengah melakukan latihan bela diri di taman rumahnya, hingga ia teringat akan perintah Irene. Ia duduk dan menghela napasnya panjang-panjang. Sembari meminum sebotol air mineral yang di taruhnya di meja taman.
Louis mencari tahu alamat Kantor Zacklee lewat Internet. Dari sana telah banyak di beritakan mengenai Zacklee dan bisnisnya.
“ Zacklee pengusaha kaya raya dan berhati mulia “ Kata Louis membaca Artikel di Ponselnya.
“ berhati mulia apanya? “ Komplain Louis sembari mengernyitkan keningnya.
Ia terus mencari tahu soal alamat kantornya, dan di temukanlah akhirnya alamat kantor tersebut. Ia kemudian mengirim Link dari artikel untuk di bagikan kepada Irene lewat pesan.
“ AKU SUDAH MENEMUKANNYA. LALU APA RENCANA SELANJUTNYA? “ Ketik Louis di papan keyboard.
***
Irene terus mmemoncongkan bibir sexy nya, Rupanya hingga saat ini ia masih kesal. Terlihat saat Irene merapikan gelas namun ia merapikannya dengan kasar.
Tidak ada satu orang pun yang berani memarahi Irene karena ulahnya, sebab Irene ratu kecantikan yang pelanggan puja-puja. Yaa memang orang yang berwajah apik selalu di hargai banyak orang.
Ponsel Irene bergetar, itu adalah pesan dari Louis. Ia dengan sigap membuka pesan dan menyentuh Link yang di berikan oleh Louis.
Mata Irene terbelalak lebar, saat membuka Link tersebut. Tak terasa ia sampai menutup mulutnya yang ternganga. Jelas saja Irene terkejut saat membaca Artikel yang seperti ini.
“ ZACKLEE PENGUSAHA KAYA RAYA DAN BERHATI MULIA “
“ BIODATA ZACKLEE DAN PERUSAHAAN BESARNYA “
“ MENGENAL CEO PERUSAHAAN BESAR ZACKLEE DAN KELUARGANYA “
Mata Irene terus membulat saat ia membaca artikel yang di berikan oleh Louis. Matanya tidak tersihir pada alamat kantor Zacklee yang tertera di Artikel tersebut. Melainkan Foto Zacklee bersama keluarganya.
Yang mana dalam foto itu, terpampang jelas Wajah Steve yang di selipkan di Artikel tersebut.
“ Bocah lemah itu putra Zacklee, apa? “ Ucap Irene dalam hatinya.
Irene kemudian membalas pesan Louis,
“ APA KAU TIDAK SALAH DENGAN ARTIKELNYA? “ Tanya Irene, Ia terus memegangi bibirnya yang sedikit kaku.
“ TIDAK! COBA SAJA KAU PERIKSA DI INTERNET “ Jawab Louis.
Irene sontak membuka Internet nya dengan terburu-buru, dan wajah Steve terus saja muncul di semua artikel yang ada.
“ jadi benar cecunguk itu, adalah putra Zacklee? Yang hendak di habisi oleh paman Lay? “ Ujar lagi Irene syok
“ maaf, boleh saya memesan bubble tea? “ Kata seorang pelanggan yang membuat Irene terkejut.
“ ya, kau ingin memesan varian aaa... “ Celetuk Irene namun ia sedikit kelu saat mengetahui bahwa pelanggan yang datang adalah Steve.
“ jadi dia putra Zacklee? “ Gumam hati kecil Irene
Irene ingin memastikan apakah benar-benar Steve? Ia memerhatikan tahi lalat kkecil Steve yang tertera di samping bibir merah mudanya. Sesekali Irene menatap lagi pada Ponselnya yang masih berada di Artikel Zacklee.
“ tahi lalatnya sama “
“ bentuk bibirnya juga sama “
Ujar hati Irene terus melamun, Steve terus memerhatikan wajah Irene yang menatap pada wajahnya.
“ hei, kau tidak dengar? Aku ingin menesan bubble tea mu
“ kata Steve menyadarkan Irene yang berada pada laamunanya.
“ oh jadi ini orang yang selama ini ku incar, orang yang ku pikir jauh ternyata berada tepat di depan mataku. Aku hanya perlu satu langkah lagi untuk mmembunuhnya. Seperti Cicak kecil yang ingin menangkap Nyamuk yang tepat berada di depannya “ Kata Irene masih terdiam.
“ apa yang ingin kau pesan? “ Jawab Irene pada Steve.
“ original, “ Sahut Steve.
“ baiklah tuan “ Kata Irene tersenyum.
Tapi di balik senyum manis Irene ada rencana jahat yang akan membuat Steve mati hanya dalam hitungan detik.
“ aku sudaah tidak sabar “ Guman lagi hati kecil Irene.