PEMBALASAN PART 2

1734 Words
Aku merehatkan diriku sejenak, sembari menunggu Mihaw terbangun dari pingsannya. Hingga beberapa saat kemudian, Mihaw pun akhirnya bangun. “ aku dimana? “ ucapnya terbata-bata. Aku dan Louis mulai saling menatap, seolah-olah kami berkata bahwa “ Pembalasan Telah di mulai “. Dan ku mulai dramaku sebelum aaku melenyapkan Mihaw. “ Louis, Bukankah paman kita orang yang baik? “ Tanyaku memulai Drama. “ ohh tentu saja Irene, tapi sayangnya sekarang paman terkurung dalam jeruji besi “ Jawah Louis menanggapi dramaku. Ekspresi Mihaw kini tengah kebingungan saat melihat aku dan Louis. “ siapa orang yang telah berbuat tidak baik kepada paman kita ya? “ Ucap Louis. “ ahhh aku tidak tau, tapi yang pasti aku ingin sekaali melenyapkannya hingga menjadi abu “ Jawabku ketus sembari menatap Mihaw. “ si-siapa kalian berdua? “ tanya Mihaw kebingungan Dan aaku tidak meladeni nya lagi. “ tapi jika hanya menjjadi abu itu masih kurang bukan. Bukankah paman Lay kini menderita? “ Ujar Louis memperjelas kalimatnya. “ tentu aku, akan menjadikannya abu, bahkan hingga jejaknya tidak lagi ada. “ Jawabku lagi lebih ketus Mihaw mulai terpancing setelah mendengar Nama paman Lay di sebutkan. “ jadi mereka keponakan Lay “ Gerutu Mihaw dalam hatinya. Kini ia semakin memanas, dan saat ia menyadari bahwa dirinya di sekap. Emosinya semakin tidak karuan dan ia mulai mengamuk agar ia bisa di lepaskan. Aku menatap Mihaw yang mengamuk hingga Kursi nya bergoyang. Lalu ku langkahkan kakiku untuk menghampirinya. “ ada apa tuan? Mengapa kau terlihat panik? “ ucapku tersenyum tipis. “ apa kau menyadari dosamu, tuan ? “ Tanyaku tertawa kecil. Louis pun ikut menghampiri Mihaw dan berjongkok di depannya. “ apa kau mengenaliku? “ Tanya Louis. “ tentu saja dia mengenali kita. Bukankah tadi kita sudah perkenalan tadi? “ Jawabku memancing emosi Mihaw. “ bagaimana kalau kita ulangi. Hai Tuan Mihaw, Aku Louis dan dia Irene. Kami keponakan dari orang yang kau seret ke penjara “ Ucap Louis tersenyum. Mihaw semakin panik, dan beberapa bulir keringat sudah mengucur di dahinya. “ mengapa kau berkeringat dingin tuan? “ tanyaku meledek seembari ku arahkan jari-jemariku ke dahi Mihaw, Mihaw menghempas kepalanya sambil berkata. “ ohhh jadi kau keponakan Lay yang malang? apakah Lay tidak tau caranya membalas dendam sendiri. Hingga harus menyuruh keponakannya? Pengecut! “ Seru Mihaw tertawa kecil. “ Paman mu, mmemang bernasib malang. Sejak dulu ku buat di menderita. Setelah ku rebut istri nya, kini ku buat dia mendekap di penjara “ Lanjut Mihaw. “ hahahaha, Mihaw... Mihaw..! Mengapa kau sangat berbangga diri setelah membuat orang di penjara. Apa kau pikir pamanku akan membusuk di penjara? Tidak! Dia akan segera bebas sebentar lagi “ Ucapku tertawa jahat “ Hahahaha, Apa kau pikir Zacklee akan membiarkannya hidup? “ Jawab Mihaw. “ dan apa kau pikir kami akan membiarkan Zacklee membunuh paman Lay. Sayang sekaali, celah sekecil apapun takkan ku berikan untuk Zacklee yang hendak membunuh paman “ Celetuk Louis sedikit emosi “ bisa kau menoleh ke belakang?? “ perintahku pada Mihaw. Mihaw pun akhirnya menolehkan kepalanya ke belakang, di mana di belakang terpampang beberapa bahan bakar Minyak yang di letakkan di sudut gudang dan banyaknya bulir kelereng yang di letakkan di lantai. “ hahahahaha lelucon apa ini? Bahan bakar minyak? Kelereng? Untuk menjebakku? “ ujjar Mihaw tertawa keras. “ itu pun tak ada pengaruh nya untukku “ Kata Mihaw menyombongkan diri. “ Ya! Itulah kau. Kau hanya berbadan besar. Tapi kau mempunyai pemikiran yang sempit. Bahkan kau tak mengerti mengapa kami meletakkan semua ini “ Jawabku. “ biar ku perjelas ! Mihaw, kami akan membakar gudang ini beserta seisinya termasuk kau “ Kata ku mendekatkan kan kepalaku ke tubuh Mihaw. Mihaw panik mendengar penjelasannku, ia menelan ludahnya dan beberapa bulir keringatnya kembali mengucur. “ mengapa kau terkejut? “ Tanyaku meledek. “ itulah masalahnya Mihaw, mengapa kau bermain-main dengan paman kami. Bukankah kau melakukan hal yang sama kepada paman? Menyekapnya? Menganiaya nya? “ Ketusku. “ Lay pantas menerima itu, karena dia telah mencoba mencelaakai putra Zacklee. Jadi dia pantas menerimanya “ Sahut Mihaw. “ Aku tidak peduli, paman membunuh, mencelakai, atau mencuri. Tapi jika dia di usik, masalahnya akan berlanjut denganku “ Jawabku. “ dan itulah masalahnya, mengapa kau membantu Zacklee? Kau ingin mati? “ Ujar ku sembari menyentuh dagu Mihaw. “ Lepaskan aku “ “ LEPASKAN! “ teriak Mihaw lagi hingga kursi nya bergoyang. “ Diam! Kau pikir aku akan membiarkanmu hidup? Tidak Mihaw Tidak “ Teriakku kembali. Aku memberikan kode kepada Louis untuk memulai aksinya. Louis mengangguk pelan tanda mengerti atas perintahku. Ia mulai mengeluarkan Senapan yang telah di uji cobanya. Mihaw yang melihat itu, semakin membulatkan matanya karena ketakutan. Aku sendiri menyiapkan beberapa Lilin yang telah ku nyalakan dan ku dekatkan di dekat kursi Mihaw. Tepat di samping kursinya, hingga tidak ada jarak apapun antara Lilin dan kursi. “ Mihaw, aku sudah menyiapkkan lilin cantik ini untukmu. Kau pasti paham kan? Jika Bahan bakar minyak itu mengenai api yang berada di lilin ini. Kau tau sendiri kan apa yang terjadi padamu? Jadi diamlah jangan bergerak “ Ucapku seraya menunjukkan salah satu lilin yang telah ku nyalakan. Aku melirik ke arah Louis agar menembakkan peluru ke arah bahan bakar minyak yang telah kita letakkan di sudut gudang. Dan akhirnya Louis mulai menembakkan peluru itu. Dor dor dor Wadah dari bahan bakar minyak tersebut pun mulai berlubang, hingga akhirnya bahan bakar minyak itu pun menetes dan mengalir perlahan-lahan. Kaki Mihaw mulai bergetar. Dan ia tidak bisa melakukan sesuatu kali ini, karena jika dia bergerak lilin yang ku letakkan di samping kursi nya akan jatuh dan mengenai bahan bakar minyak yang mulai menetes dari wadahnya. “ Lepaskan aku! Lepaskan... “ Mihaw terus berteriak histeris. Aku tersenyum melihat Mihaw ketakutan, mataku dan mata Louis saling bertatapan dengan rasa gembira yang menyelimuti kami karena pembalasan ini. “ Nikmati ajalmu “ Ujarku Singkat dan aku terkekeh. Detik demi detik semua bahan bakar minyak telah mengalir dari wadahnya yang telah berlubang. Dan akan mendorong beberapa kelereng dari tempatnya. jika kelereng-kelereng yang ku letakkan di atas lantai terdorong dan mengenai Lilin, Lilin akan terjatuh dan mengenai Bahan bakar minyak yang sudah menetes ke lantai. Dan terbakarlah gudang Mihaw beserta seluruh isinya termasuk Mihaw. Waktu berjalan cukup cepat dan dalam hitungan menit gudang ini akan terbakar. Saatnya aku mengucapkan selamat tinggal kepada Mihaw. “ Mihaw bersenang-senanglah di alam baka “ Ucapku tersenyum seraya melambaikan kedua tanganku dan di susul oleh Louis yang ikut serta melambaikan tangannya. “ Dasar berengsek, lepaskan aku berengsek “ teriaknya kepadaku. Aku terkekeh geli dan mulai meninggalkannya, ku berjalan keluar dari gudang sembari ku hisap rokokku. Dan ku tutup gudangnya kembali agar tidak ada seorang pun yang tahu. “ Louis, kau yakin di dalam gudang ini tidak jejak kita? “ tanyaku. “ yakin, masuklah ke dalam mobil. Kita harus pergi “ Jawabnya. Aku mengangguk menuruti perintah Louis, dan Louis pun mulai tancap gas untuk membawa ku jauh-jauh dari gudang. Beberapa ratus meter pun aku mulai melaju, hingga aku berhenti di tepi jalan. Yang agak jauh dari gudang, tetapi masih bisa memantau gudang tersebut. “ beberapa menit lagi gudang itu akan terbakar “ Ucap Louis tersenyum tipis. Aku membalas senyumannya, dengan senyum psikopatku. Ku pantau gudang dari kejauhan sembari menghisap rokokku. *** Bahan bakar minyak terus mengalir dari wadahnya di susul oleh bahan bakar minyak lainnya. 1 kelereng mulai terdorong maju dan mendorong kelereng lainnya. Alhasil semua kelereng yang semula diam bergerak karena aliran bahan bakar minyak. “ siapapun tolong akuu... tolong...” Teriak Mihaw. Ia sama sekali tak bergerak agar lilin di sekitarnya tidak jatuh mengenai bahan bakar minyak. “ Dasar keponakan Lay berengsek “ teriaknya lagi Detik-detik terakhir ia tidak bertaubat dan sibuk mengumpat. Sedang kelereng lainnya sudah terus bergerak mengikuti aliran Bahan bakar minyak. Lalu, satu kelereng berhasil menyentuh lilin, dan lilinnya terjatuh. Dan terjadilah kebakaran setelah api lilin yang jatuh tersebut menyentuh bahan bakar minyak. *** Booommmm Gudang nya terbakar, dan mulai mengeluarkan asap yang tebal. “ Ini akibatnya jika kau mengusik kehidupanku “ Gerutuku. “ Habislah riwayat Mihaw hahaha “ Gumam Louis tertawa kecil. “ kau menemukan Mihaw di mana? “ tanya ku pada Louis. “ Aku sengaja mengikutinya, dan aku menendang nya saat ia bertemu dengan beberapa bandar obat-obat an terlarang “ Jawab Louis. Aku mengangguk memahami jalan cerita Louis. “ Ayo kita pergi “ suruhku pada Louis setelah memastikan gudangnya terbakar. Louis menancap gas lagi untuk kedua kalinya untuk pergi pulang, di sepanjang perjalanan Louis terus bertanya. “ apa paman Lay membenci Zacklee karena kita membenci nya? “ tanya Louis. “ tidak mungkin, dia pasti punya alasan tersendiri “ Jawabku. “ tapi dia sangat baik, namun sayang bibi tiffany melakukan perselingkuhan di belakangnya “ Ucap Louis. “ itulah mengapa, kau dan aku berhenti menjadi orang baik. Karena orang baik selalu di khianati “ Kataku dengan tenang. Louis menoleh ke arahku karena terkejut mendengar jawabanku. “ memangnya kau pernah baik? “ Kata Louis meledekku. “ jika aku tidak baik, mungkin aku telah mengusirmu dari rumah dan membiarkanmu menjadi gelandangan “ ujar ku sambil melempar kardus rokok yang ku pegang “ sialan, kau mengancamku “ Jawab Louis tenang. Aku tertawa pelan mendengar ocehan adikku. “ jangan tertawa kak, kau membuatku takut “ Balas Louis kembali mengolok-olokku. “ berengsek sekali kau, berhenti memanggilku kakak. Aku tidak mau terlihat tua. Bukankah wajahmu lebih tua melebihi wajahku? “ Serang Irene menindas Louis. “ Iyya adikku Irene. Terserah kau “ Ucap Louis. berpura-pura menjadi kakak. Louis mengerem tanda bahwa kita sudah sampai di depan rumah. Aku dan Louis sesegera mungkin menghilangkan barang bukti dan pakaian yang ku pakai hari ini agar tidak di ketahui polisi. Karena kami sangat handal menghilangkan bukti, yaa inilah kami. “ ahhh aku saangat lelah “ ujar Louis sembari merebahkan badannya di Lantai. Aku melangkahi badan Louis yang telah tepar di atas lantai. Dan aku mulai duduk di atas sofa. “ tapi ini adalah awal “ Jawabku. Louis menghela napas nya dalam-dalam dan bertanya “ kau ingin mempergunakanku? “ Tanya nya. “ tentu saja, kau akan mulai bekerja bersama Zacklee “ Ucapku. Louis yang tepar spontan terbangun dan duduk bersila di hadapanku. “ apa yang akan ku lakukan? “ Tanya Louis berkali-kali. “ kau akan segera menjadi orang kepercayaannya. Dan kau akan menjadi mata-mataku “ Jawabku. Aku pergi meninggalkan Louis ke kamar untuk pergi tidur. Louis tetap saja penasaran soal rencanaku kedepannya. “ hei Irene, beritahu aku apa maksudmu “ “ Irene kau tidak mau mendengarkanku? Ayo beri tahu aku. “ tanya nya memaksa. “ hei babi, tidurlah cepat ini sudah malam “ jawabku kasar.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD