PRAKEJADIAN

1288 Words
PRAKEJADIAN “ Aku yakin Zack, Penemuanku ini akan berkembang dan menjadi penemuan paling maju kedepannya “ Ucap tuan Hans sembari menunjukkan hasil penemuannya. Diskusi antara Tuan Hans dan Tuan Zack terus dilakukan selama 3 hari berturut-turut. Tuan Hans bekerja di perusahaan Tuan Zack hanya sebagai pekerja biasa. Dia adalah bawahan Tuan Zack. Yang membedakan hanyalah tentang kapasitas otak. Tuan Hans memiliki otak yang begitu cemerlang di banding dengan atasannya sendiri. Namun, Tuan Zack berperan sebagai direktur di perusahaan itu. Bagaimana bisa? Ya, menurut kabar Rupanya perusahaan milik Tuan Zack ini berdiri sejak lama namun bukan termasuk sebagai perusahaan besar di banding dengan jejeran perusahaan lainnya. Tuan Zack hanyalah penerus dan perusahaan itu sebenarnya di dirikan oleh ayahnya sendiri, yakni tuan Frederic. “ apa kau yakin penemuanmu ini akan memajukan perusahaanku? “ Tanya tuan Zack pada tuan Hans sambil mengernyitkan keningnya. “ Tentu saja “ jawab Tuan Hans bangga. “ Baiklah aku akan mencoba untuk meluncurkan proyek ini “ Sahut Tuan Zack sembari memberikan senyum khas nya pada rekannya itu. “ baiklah, senang bekerja sama denganmu teman “ Kata Tuan Hans seraya menjabatkan tangannya kepada Tuan Zack. Mereka berpelukan layaknya teman rasa rekan kerja, Tuan Hans selalu bangga akan temannya. Apalagi Rekan sekaligus direkturnya itu, bisa mengembangkan penemuan miliknya. Dunia rasanya seperti berpihak terhadapnya. Beberapa minggu kemudian.. “ Akhirnya Perusahaan ini menjadi perusahaan berpengaruh setelah pencapaian ini “ Ujar Tuan Zack di hadapan rekan-rekan lainnya yang menatap bangga atasannya itu. “ bersulang untuk Zack “ Ujarnya lagi dengan Lantang. *** Ayah berpamitan kepadaku dan ibu, Ia mengatakan akan datang dalam perayaan perusahaan Tuan Zack karena telah menjadi perusahaan hebat dan berpengaruh. Ini semua berkat ayah, karena berkat penemuan ayah, Perusahaan Tuan Zack bisa maju sejauh ini. Dia nampak sumringah, ayah mencium keningku dan juga ibu. Aku bisa melihat kebahagiaan di wajahnya. Ya, media terus bersebaran yang mengatakan bahwa perusahaan yang berada di bawah kendali tuan Zack berhasil menembus dan menyaingi perusahaan top lainnya. Sekarang ayah akan pergi merayakan perayaan atas pencapaian besarnya itu. *** “ Aku ucapkan selamat untukmu Zack “ Ucap Tuan seraya menjabatkan tangannya lagi dan bersikap bangga. “ Terimakasih Hans, Aku harap kita akan terus bekerja sama seterusnya “ Jawab Tuan Zack sambil merangkul teman yang berhasil membawa maju perusahaannya itu. Tuan Hans mengangguk tanda setuju, Lalu Tn.Zack mengajaknyaa untuk berbicara empat mata. Kemudian mereka berbicara di ruang kerja seraya meneguk soju. “ Hans, Apakah kau akan membuat inovasi baru lagi? Penemuanmu mampu membuat rakyat di kota ini sejahtera, Bahkan kota ini sudah tidak mengalami pemadaman setelah di luncurkannya teknologi canggih yang kau buat “ kata Tn.Zack memulai obrolan. “ yahh aku akan mencobanya Zack, tapi aku ingin meminta pendapatmu “ sahut nya. “ Aku ingin mendirikan sebuah perusahaan, Aku juga ingin mengembangkan penemuanku lewat perusahaanku sendiri “ imbuhnya. “ perusahaan? Ha ha ha ha perusahaan seperti apa hans? Bukankah lebih baik kita terus bekerja sama? “ Kata Zack sembari tertawa puas. “ iya tapi jika aku terus bergantung padamu, aku tidak akan maju.” tukas Tuan Hans sambil menyesap soju di hadapannya. “ ya ya terserah saja “ jawab Tn.Zack. Tuan Hans tersenyum kepada sang direktur, dari dulu dia memang teringin sekali membuat perusahaan, Namun rencananya terus ada gagal karena kendala datang begitu saja. Alhasil ia memutuskan untuk bekerja seperti pekerja biasa. *** Tn.Zack merebahkan Tubuhnya ke sofa, Ia terus saja terngiang-ngiang dengan rencana Tn.Hans untuk membangun perusahaannya sendiri. “ bagaimana jika Hans menyaingi perusahaanku? “ Pikirannya terus saja di penuhi dengan rasa was-was dan khawatir akan Tn.Hans yang akan menyaingi perusahaannya. “ Persetan, perusahaanku tidak boleh dikalahkan oleh Hans “ Beberapa kali dia memikirkan itu sembari meneguk soju, Hingga setengah akalnya hilang. Selain Kejam dan keji, Tn.Zack juga sangat terobsesi dengan kekuasaan dan uang. Bahkan setelah pencapaian yang dilakukan rekannya, Tn.Zack masih saja menaruh rasa cemburu dan ketakutan terhadap rencana tuan Hans. “ Halo, aku mau kau terus menyelidiki dan memberi informasi seputar rencana Hans yang akan membangun perusahaan. Kau paham? “ Dia mulai menelpon anak buahnya untuk menyelidiki kasus ini. *** Hans merebahkan tubuhnya ke ranjang, di sampingnya duduk istrinya yang tengah menepuk-nepuk bantal agar terasa nyaman ketika di tidurinya. “aku akan membangun perusahaan untuk keluarga kita “ ucap Hans kepada istrinya itu. “ tapi apa kau yakin kali ini tidak akan ada kendala? “ tanya Istrinya sembari merebahkan dirinya ke ranjang. “yaa tentunya, karena ada Zack yang akan membantuku “ jawabnya menyakinkan sang istri. “ semoga saja bisa berjalan dengan Lancar “ “ hmm, kita harus tidur sekarang “ “ baik, Alana, Giselle dan Leon juga sudah tidur “ Hari semakin larut, keluarga kecil itu telah mematikan lampu rumahnya. *** Detik berganti menit, menit berganti jam, dan Matahari mulai terbit menyambut hari yang segar ini. Aku, Alana dan Leon duduk di meja makan sebagai rasa antusiasku sarapan masakan enak ibu. Lalu beberapa saat kemudian, ayah turun dari tangga dengan mengenakan setelan jas yang rapi layaknya seorang direktur. “ Waw ayah sangat rapi sekali “ ucap Alana memuji. Ayah tersenyum mendengar pujian yang diucapkan Alana, kakakku. “ Ayah akan pergi ke kantor hari ini, nanti ayah akan bawakan makanan yang enak ya untuk kalian “ kata ayah kepada kami. “ tapi anak ayah harus makan yang banyak dulu “ tambahnya. “ jika aku makan yang banyak, apakah aku akan menjadi kuat seperti ayah? “ Celetuk Leon dengan memasang muka polosnya. “ tentu saja, Anak ayah harus kuat tidak boleh lemah, Agar nanti jika ayah menjadi kakek kalian bisa melindungi ayah “ jawab ayah seraya menunjukkan senyum nya yang manis. “ Tapi ayah akan selalu muda kan? Ayah tidak akan menjadi tua “ kata Leon yang asik melahap ayam gorengnya itu. “ hahahaha Leon sangat pintar ya “ ujarnya tertawa bahagia. Begitulah kehangatan keluargaku sebelum Ayah telah lenyap di tangan orang yang salah, sangat bahagia. Dan hal-hal itu yang membuatku semakin sesak ketika mengingat kehangatan yang dulu pernah kurasakan bersama keluargaku. *** “ Selamat siang Tuan Hans senang bertemu denganmu “ ucap rekan kerja tuan yang tampak menyalaminya. “ Senang bertemu denganmu juga Tuan William “ Jawabnya. “ Jadi bagaimana, apakah kau akan menjadi investor di perusahaanku kali ini? “ imbuh Tuan Hans. “ yaa dengan penemuan mu yang dapat memajukan perusahaan milik Zack aku semakin yakin untuk bekerja sama denganmu.” Kata Tuan William sembari menunjukkan barisan gigi rapinya. “ terimakasih Tn.William kau sangat membantu" Seorang mata-mata yang menjadi suruhan Zacklee itu, menguping lewat pintu ruangan yang menjadi tempat pertemuan bagi tuan Hans dan beberapa investor yang telah berjanji untuk menanam modal di perusahaannya. “ Tn.Hans sedang berdiskusi dengan para investor untuk perusahaannya Tuan “ bisiknya dari arah luar ruangan. *** “ Siapa orang yang menjadi Investor di perusahaannya? “ Tanya Tuan Zack kepada Mata-matanya yang seketika berdiri dari kursi duduknya. “saya akan mengirim foto dan Namanya “ ujarnya pada Zacklee dari seberang. Mood Tuan Zack yang semula membaik tiba-tiba berubah menjadi Amarah karena Tuan Hans berhasil menemukan Investor yang memberi dukungan penuh untuknya. Tingnung Pesan masuk ke Ponsel Tuan Zack, Anak buahnya dengan cepat mengirim foto dan identitas para Investor yang membantu Tuan Hans. Dia secekatan itu, karena memang pasalnya mata-mata yang di beri mandat olehnya juga berasal dari perusahaan yang sama. Apalagi beberapa kali, Perusahaan Zacklee bekerja sama dengan perusahaan milik investor itu. Praktis, dia bisa tahu identitas beberapa orang itu dengan mudah. “ Jadi William telah membantu Hans, Lihat saja ! Aku akan menghasut para investor ini. Dan sebelum perusahaanmu menjadi perusahaan hebat, aku yang akan menghancurkan perusahaanmu perlahan-lahan. Dan kau lihat saja akibatnya karena kau telah menolak kerja sama denganku Hans.” Gumam Tuan Zack menggeram kesal. Tangan Zacklee menggapai telepon seluler yang berada di atas meja kantornya, dia menelepon sekretarisnya dengan tegas. “ Tolong pertemukan aku dengan orang-orang ini. Atur jadwalnya sesegera mungkin” Suruhnya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD