BERITA

1011 Words
Aku berdiri di depan rumah yang lumayan besar, akhirnya aku sampai di depan rumah bibi ku. Aku mulai memberanikan diri untuk mengetuk pintu. Tok tok tok Tidak ada seorang pun yang menjawab, Lalu selang beberapa waktu kemudian. Seseorang membuka pintu. Dia adalah bibiku, saudari tiri ayah. “ ada apa kalian kemari? “ tanya nya sembari mengernyutkan keningnya. “ bibi, apakah kami boleh tinggal disini? “ ucapku padanya. “ hah, tinggal? Apa kalian pikir ini penginapan? “ Jawabnya ketus. “ ta-tapi kami sudah tidak tau harus tinggal dimana bi, orang tua kami telah pergi “ kataku dengan nada sedikit rendah. “ terima takdir bahwa ayahmu memang tidak waras, dan pergi dari hadapanku “ ujarnya marah. Benar saja, bibi tidak akan menampung kami. Secara logika, semua orang akan sayang jika bersama family nya sendiri. Namun berbeda dengan bibiku, Bibi bisa dibilang orang yang cukup keras. Daridulu bibi memang di kenal tidak pernah akrab bersama ayah. Bibi juga tidak menyukai anak-anak jadi, niatku untuk tinggal bersama bibi sudah sirna. Aku membalikkan tubuhku tanda ku harus pergi dari rumah bibi sembari ku hapus air mataku yang tidak sengaja jatuh. Tapi dengan tiba-tiba seseorang memanggil nama Leon “ Leon..” Dengan spontan aku dan Leon menoleh ke belakang, dan ternyata orang itu adalah pamanku. Suami dari bibi ku yang sedikit kejam tadi. “ apa yang kalian lakukan disini? “ ucap paman Lay. “ aku hanya ingin menginap disini paman “ ujar Leon pada paman. “ kalian boleh tinggal bersama paman “ katanya. Mendengar itu, aku langsung menyeka air mataku dan menggantinya dengan senyuman. “ tapi bibi..” kataku khawatir. “ jangan hiraukan bibimu, ayo masuk “ jawab paman Lay sambil tersenyum. Aku masuk ke rumah itu sembari bergandengan tangan dengan pamanku. Bibiku tengah duduk di sofa. Namun sepertinya bibi tidak nyaman dengan kedatangan kami. Itu terlihat dengan sorot mukanya yang tajam dan Raut wajahnya yang menggambarkan kebencian kepada aku dan Leon. “ Leon, Giselle ini kamar kalian “ ucap paman Lay seraya menunjukkan kamar yang akan ku tempati bersama Leon. “ Jadi aku sudah mendengar kabar mengenai orang tua kalian, Namun aku masih belum percaya mengenai kabar itu “ tambahnya. “ bagaimana paman tau? “ tanyaku. “ kabarnya telah menyebar di berbagai media “ katanya. “ benarkah? “ tanyaku lagi tidak percaya. Paman Lay menunjukkan video berita yang beredar di Ponselnya. BERITA TERKINI REKAN KERJA ZACKLEE DI KETAHUI TEGA MEMBUNUH SATU KELUARGANYA SENDIRI. SEPERTI YANG DIKETAHUI BAHWA TN.HANS MERUPAKAN SALAH SEORANG REKAN KERJA DARI PENGUSAHA LISTRIK TERPENGARUH TN.ZACKLEE. MENURUT LAPORAN TN.HANS MEMBUNUH ISTRI DAN PUTRANYA DI KARENAKAN FRUSTASI PADA HIDUPNYA, POLISI BERSPEKULASI BAHWA TN.HANS MEMBUNUH ISTRINYA MENGGUNAKAN PISTOL DAN MEMBUNUH ANAKNYA MENGGUNAKAN PISAU DAN MENGIKAT JENAZAH KEDUANYA MENGGUNAKAN RANTAI BESI HINGGA AKHIRNYA TN.HANS MEMBUNUH DIRINYA SENDIRI DENGAN MENUSUKKAN PISAU KE PERUTNYA. ITU TERBUKTI DENGAN PISTOL DAN PISAU YANG IA PEGANG DI TANGAN KANAN DAN KIRINYA.“ AKU MENGENAL HANS SANGAT LAMA, HINGGA AKU TERPUKUL DENGAN KABAR INI. HANS SEMPAT BERCERITA BAHWA DIA INGIN MEMBANGUN PERUSAHAAN LISTRIK, DAN DIA BERKATA BAHWA DIA FRUSTASI KARENA PARA INVESTOR YANG INGIN MENANAMKAN MODAL DI PERUSAHAANNYA MENGUNDURKAN DIRI HINGGA MEMBUAT DIRINYA GAGAL UNTUK MEMBANGUN PERUSAHAAN HANYA KARENA MASALAH BIAYA” UNGKAP TN.ZACK YANG MENGETAHUI HAL INI (17/05/20XX) Berita macam ini, Zacklee membuat cerita karangan seolah-olah ayahku yang membunuh ibu dan Alana. Darahku semakin mendidih dan mataku semakin membara. ZackLee kelak kau harus membayar apa yang kau lakukan pada keluargaku. Aku yang akan menghabisi keluargamu dan aku akan melihatmu menderita dengan mataku sendiri. “ Irene.. “ Leon memanggilku. “ Irene kau mendengarku? “ Leon terus saja memanggilku. “ Giselle kau tak apa? “ Paman Lay juga turut memanggilku sembari menepuk pundakku. Sontak aku merasa kaget, Aku masih tidak bisa berhenti percaya, Setelah keluargaku di sakiti. Tn.Zack masih saja menfitnah ayahku. Hingga dia berani berbicara palsu seperti ini. Yang jelas terjadi adalah Dia yang menghabisi keluargaku. Bukan ayahku, tapi kenyataannya rumornya mengatakan bahwa ayah yang sengaja melakukan ini. “ Aku tidak apa-apa paman “ Ucapku sok Tenang. “ Tapi Irene, Zack berbo..” lanjut Leon. “ sttt.. Tutup mulutmu Louis “ Ujarku menghentikan Leon. “ Apa maksudnya ini, Mengapa Louis dan Irene? “ Paman Lay bertanya-tanya. “ paman, apa kau bisa untuk selalu memanggil kami Irene dan Louis.Aku.. aku hanya ingin terlahir lagi menjadi anak yang baik. Dan melupakan semua masalah yang sudah berlalu dengan membuka lembaran baru dengan cara mengganti nama kami “ kataku menyangkal. “ Oh baiklah paman akan memanggil kalian dengan nama itu “ ucap paman menenangkanku. “ Bagaimana dengan sekolah kalian? “ Tanya paman. “ Kami memutuskan untuk berhenti sekolah, Aku sudah tidak punya harapan lagi paman “ ujarku. “ oh baiklah kalau begitu “ Kata paman. Paman meninggalkan aku dan Louis berdua di kamar, Aku juga memastikan paman benar-benar keluar dari kamar. Ini saatnya aku berbicara dengan Louis. Tapi Louis ternyata membuka obrolan denganku terlebih dulu. “ Apa-Apaan ini Irene, mengapa kau tidak jujur kepada paman? “ Kata Louis padaku. “ aku tidak ingin orang lain tau, kejadian ini cukup aku dan kau yang tau “ ujarku. “ tapi mengapa? “ tanya nya. “ apa kau pikir, ketika banyak orang yang tau bahwa Zack pelakunya orang lain akan percaya begitu saja? Apa kau pikir Zack akan menanggung semuanya dan masuk penjara? Setelah aku melihat video tadi, aku menyimpulkan bahwa Zack bukan orang yang baik dan perlu strategi untuk melawannya. Jadi ini masalah kita, dan ini dendamku jadi ini privasiku “ kataku panjang lebar. “ apa kau yakin bisa balas dendam kepadanya? Kau tidak ingat kita anak kecil “ Ucap Louis menyalahiku. “ Lalu aku harus diam melihat orang tuaku di bunuh? Kita tidak akan terus-terusan menjadi anak kecil bukan? Aku bersumpah Louis, Aku akan rela mengorbankan apapun termasuk nyawaku sendiri. Dan aku akan membalaskan dendam ini kepada Zack “ ujarku meyakinkan Louis. “ terserah “ Ucapnya. Louis meninggalkan ku dan merebahkan tubuhnya ke ranjang dengan keras sembari menarik selimut ke ujung dadanya. Di sisi lain, aku terus mengepalkan tanganku karena tak kuat lagi menanggung dendam yang semakin membubung di hatiku sendiri. Rasanya semakin tak kuat menerima, melihat berita itu membuatku sakit mata. Haruskah aku bersikap layaknya kucing liar?
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD