REKAN

1744 Words
Aku tengah bersiap untuk bekerja part time di bar kota, pakaian khas seorang bartender kini telah ku gunakan. Tak lupa aku memantau Louis yang kini sedang memikirkan sesuatu di kamarnya. Pasti soal tadi pagi! Ku buka pintu kamar Louis pelan-pelan dan memberikannya saran lagi. “ Jangan terlalu banyak berfikir “ ucapku pelan Louis mendongakkan kepalanya ke arahku, dan mulai memahami perintah. Ia mengangguk lagi tanda nya ia memahami. Tak perlu waktu lama-lama, aku berjalan menuju Bar untuk bekerja paruh waktu. Tapi dari luar tamu bar tak seperti biasanya. Seperti ada yang berubah, pantas saja kondisi bar kini semakin ramai. “ mengapa kau diam, tamu kita lebih banyak hari ini. Ayo kita bekerja “ Kata Vero yang mengejutkanku. “ ya “ jawabku lugas. Rasa bingung dan penasaran terus mengelilingi isi otakku saat ini. Karena tak biasaanya para lelaki bersorak lebih keras seperti ini. Ada apa ya? “ menari menari “ sorak salah satu Pria yang bergoyang mengikuti alunan lagu Disk Jockey. “ siapa yang menari hari ini? “ tanyaku di penuhi rasa penasaran. Aku menghantar coctail yang di pesan seseorang, ku hantar menggunakan nampan yang di letakkan di telapak tanganku. Ku beri coctail ini pada sang pria muda yang duduk di sofa bar dengan menghisap sebatang rokok. Beberapa pria lain bersorak mengelilingi penari tiang alias p*****r kendati menghambur-hamburkan uang untuk p*****r tersebut. Tapi aku sedikit bingung, mengapa tumben ada p*****r yang menari minggu ini. Beberapa langkah kaki ku mulai melangkah ke arah kerumunan orang yang menyaksikan pertunjukan, dan tak ku sangka p*****r itu adalah seseorang yang ku kenal. Yaitu bibiku sendiri. Aku terdiam karena terkejut, bibiku yang menari mengenakan pakaian Vulgar merotasikan matanya ke arahku. Merasa dia menyadari tentang keberadaaku, aku mencoba untuk pergi meninggalkannya. Selang beberapa lama, kerumunan itu mulai bubar, aku sibuk meracik coctail hingga tak sadar bibiku duduk di bangku bar sambil memangku tangannya di atas paha. “ kau bekerja disini? “ tanyanya, sok akrab. Aku terhenti dan mulai menatap ke arahnya. “ mengapa bertanya? “ jawabku dingin. “ aku, aku minta maaf karena telah melakukan kekerasan kepadamu Irene. Aku merasa bersalah “ Lirih Tiffany pelan-pelan. “ aku juga minta maaf karena mengkhianati pamanmu “ lanjutnya dengan nada rendah. “ terserah “ jawabku ketus dan berusaha membalikkan badanku. “ aku ingin menemui adikmu “ Tambahnya hingga membuat langkahku terhenti. “ tidak usah, kau cukup jalani hidupmu sendiri “ jawabku lagi. “ aku tau kau membenciku tapi aku kini sudah bertobat “ lanjutnya lagi. “ bertobat untuk menjadi apa? Bertobat untuk menjadi p*****r? Aku ingin bertanya kepadamu. Kemana harga dirimu sekarang? Tidakkah kau malu terhadap dirimu sendiri. Kau berpakaian terlalu vulgar, hingga menjadi tontonan semua orang. Kau tidak malu hah? “ Sentakku yang mulai kesal. “ lalu? Lalu aku harus bagaimana? Mihaw sudah mati sekarang. Aku tidak ingin menjadi miskin. Bagaimana aku bisa makan? Bagaimana? “ Kata Bibi dengan nada tinggi. Aku menghela nafasku berat-berat dan menyuruh Tiffany pulang. “ pulanglah bi “ “ jika kau ingin menjadi p*****r, carilah bar lain. Aku muak “ kataku sembari menghela napas berat. “ ya baiklah, jika itu maumu “ jawab Tiffany mengalah. Tiffany pergi meninggalkanku, dia mengambil jaket yang ia letakkan di kursi bar dengan cepat lalu memasang jaket itu sembari menuju ke arah pintu luar. “ seseorang akan menyesali sesuatu jika sudah merasa kehilangan “ gerutuku kesal. *** Louis kini bersama Zacklee pergi menemui Tn.Vincent morgan di Kafe bluesky dekat kota. Louis pergi seatap mobil bersama Zacklee di hantar oleh supir Pribadi Zacklee. Dalam perjalanan Zacklee menceritakan alasan mengapa ia sangat membenci Tn.Vincent. “ kau tau mengapa Aku membenci orang ini?” ujar Zacklee yang menunjukkan koran bergambar jelas wajah Tn.Vincent. “ mengapa? “ tanya Louis yang sedari pagi memang bertujuan ingin mencari tau soal orang itu. “ Karena orang ini sangat ingin melengserkan tahtaku di perusahaan besarku “ jawab nya singkat. Tapi satu pertanyaan muncul lagi di kepala Louis, apa alasan Tn.Vincent ingin melengserkan Zacklee dari kedudukan perusahaannya. Namun, Louis hanya mengangguk dan pura-pura memahami hingga akhirnya mereka telah sampai ke tempat tujuan. Zacklee masuk di Kafe mewah yang memang kebanyakan orang-orang elit yang bisa memasuki kafe ini. Seorang yang berjas rapi duduk sambil menyilangkan kakinya asik meminum secangkir soju di sofa kafe. Zacklee menghampiri orang tersebut yang di rasa dia adalah Tn.Vincent morgan. Vincent morgan memasang Smirk di wajahnya yang menandakan ia sangat mengintimidasi kedatangan Zacklee. Louis mengekor di belakang Zacklee, ia memang sudah seharusnya menjaga bosnya itu. Bukan hanya agar Zacklee merasa aman, tapi agar Zacklee juga bisa memberi kepercayaan lebih kepadanya. “ hei Zacklee lama tidak bertemu ya “ sapa Tn.Vincent yang berdiri setelah Zacklee berhenti di hadapannya. “ Mengapa kau kembali? “ tanya Zacklee tanpa basa-basi. “ mengapa kau tegang Zacklee? “ Ujar Vincent yang mengusap pundak Zacklee. “ tidak usah basa basi, apa maumu? “ ketus Zacklee. “ ternyata kau masih sama seperti dulu ya Zacklee, sama-sama arogan dan naif. Bahkan kau tidak pernah memelukku sama sekali. Tidak bisakah kita berhenti untuk bersaing hmm?“ Jawab Vincent yang mulai memancing emosi Zacklee. “ aku berhenti bersaing untukmu? Kau Vincent, kau yang tak berubah sama sekali. Mengapa tidak kau saja yang berhenti. Berhenti bermimpi untuk berada di atasku “ Kata Zacklee yang mendekat ke arah Vincent selangkah ke hadapannya. Tn.Vincent mendongakkan kepalanya ke atas seakan-akan tak percaya atas jawaban yang diungkapkan Zacklee. Mereka berdua seperti tiang yang sama-sama Angkuh dan sombongnya. Louis hanya menatap mereka dengan mata kosong, tatapannya seakan-akan tengah menerka-nerka apa yang sebenarnya terjadi antara kedua orang ini. “ karena pembicaraan kita selesai, aku harus pergi. Jangan pernah bermimpi Tn.Vincent morgan “ Jelas lagi Zacklee yang kemudian menepuk pundak Vincent berkali-kali untuk memberi peringatan. Zacklee mulai membalikkan badannya untuk melangkah pergi meninggalkan Kafe. Tetapi kata-kata Vincent menghentikan langkahnya. “ lihat saja apa yang akan ku lakukan untuk menggulingkan dirimu. ADIK “ Ketus Vincent yang memanggil jelas adiknya itu. Deg! Hati Louis berdegup dan tak percaya mengenai Vincent yang memanggil Zacklee adik. Bahkan tidak ada salah satu artikel mengenai Zacklee yang memiliki saudara. Apa maksud dari semua ini? Siapa Vincent morgan ini? Apa maksud ucapannya itu? “ lakukan saja “ jawab Zacklee. Zacklee mulai memberi kode pada Louis untuk meninggalkan Vincent Morgan. Louis mengangguk dan memahami kode tersebut. Tetapi Louis tetap menghafal wajah jelas Tn.Vincent morgan atas kecurigaannya terhadap orang itu. *** Setelah berkutat dengan banyak nya pengunjung di Bar, Irene akhirnya pulang juga. Ia tengah bersiap untuk kembali pulang ke rumahnya. Setelah langkahnya tiba di luar pintu bar. Seseorang menarik tangannya, siapa lagi kalau bukan Steve. Namun, Karena Irene sering berlatih wushu. Seseorang yang menyentuh tubuhnya sekalipun akan ia beri jurus. Apalagi dengan seseorang yang tiba-tiba menariknya. Tanpa di sengaja, ia mengunci tangan Steve yang menariknya tanpa mengetahui bahwa orang itu adalah Steve. Dan Steve kesakitan karena tangannya di tarik balik dan di kunci oleh Irene hingga tangan Steve tak bisa lepas dari genggaman Irene. “ berani sekali kau ya “ geram Irene yang menyerang Steve “ aduh, tanganku tolong “ Teriak Steve. Irene familiar dengan suara seseorang yang menariknya. Ia menolehkan wajahnya pada Steve. Benar saja! Orang itu memang benar-benar Steve putra Zacklee. “ kau? “ ucap Irene dengan spontan melepas tangan Steve “ ini aku Steve, kau kuat sekali ya “ gerutu Steve yang kesakitan. “ seharusnya kau tidak melakukan ini, aku bahkan bisa memisahkan kepala dari badanmu “ ketus Irene dengan dingin. “ Irene...” Panggil Steve dengan lembut. Irene menatap Steve dengan tajam. “ bahkan di situasi seperti ini kau masih saja mengabaikanku “ lirihnya sambil memegangi tangannya kesakitan. “ apa maksudmu “ Ujar Irene. “ padahal kau bisa merasakan perasaanku, tapi kau mengabaikanku “ lanjut Steve menundukkan kepalanya. “ biar ku perjelas, aku tidak suka laki-laki yang lemah sepertimu. Kau lebih lemah dari yang ku kira Steve “ jelas Irene dan pergi meninggalkan Steve. “ kalau aku bisa menjadi kuat, bisakah kau membuka ruang untukku walau sedikit? “ teriak Steve hingga membuat langkah Irene terhenti. Irene menerka-nerka perkataan Steve, rupanya Steve masih bersikeras untuk mengejar Irene walau perasaanya di abaikan. Irene memasang senyum jahat di wajahnya yang menandakan bahwa ia benar-benar bisa menghancurkan Steve lewat hatinya perlahan-lahan. Steve menghampiri Irene yang 5 langkah pergi darinya. Ia memegangi kedua pundak Irene. Dan menatap wajah Irene dengan jelas. “ tidak bisakah kau memberi sedikit ruang untukku? Sedikit saja “ Kata Steve pelan. “ irene....” imbuhnya lagi menunggu jawaban Irene. “ sedikit saja, jangan terlalu banyak berharap “ ketus Irene dan melepas pegangan Steve dari pundaknya. Irene meninggalkan Steve setelah meemberi jawaban untuk Steve. Steve akhirnya bahagia mendengar jawaban wanita pujaannya walau hanya sedikit ruang di hati Irene yang akan ia berikan untuk Steve. *** Louis masuk ke dalam mobil Mewah Zacklee untuk pergi pulang, sepanjang jalan Louis terdiam dan tetap menerka-nerka siapa sebenarnya Vincent Morgan. Hingga tak sadar Zacklee mengejutkannya. “ aku sudah bilang kan, lakukan suatu cara untuk menghabisi Vincent “ Kata Zacklee yang meminta jawaban dari Louis. “ ouh, ya. Aku akan menunggu perintah darimu untuk menghabisi Vincent “ jawab Louis terkejut “ bagus “ puji Zacklee. Zacklee mengantarkan Louis ke rumahnya, tetapi Louis memberikan Zacklee alamat rumah Mihaw. Karena khawatir jika Zacklee tau Louis mempermainkannya, Zacklee bukan hanya menghabisi Louis tetapi juga kakaknya Irene. Louis berjalan pulang ke rumahnya hingga beberapa saat Irene muncul dari arah yang berbeda. “ kakak, kau tau aku tadi menemui Vincent Morgan “ Kata Louis yang berbisik pada Irene. Irene meengawasi situasi sekitar dan mengajak Louis masuk kedalam, karena hal ini lebih dari sekedar penting. “ jadi bagaimana? “ tanya Irene yang membawa Louis masuk ke dalam. “ Vincent memanggil Zacklee adik “ Ujarnya melotot, Irene pun ikut melotot dan penasaran dengan semua ini. “ Jadi Zacklee mempunyai saudara ya, “ gumam Irene sambil berjalan mondar-mandir. “ kita ikuti alurnya saja Louis, dan lihat tanggal mainnya “ lanjut Irene. “ apa rencanamu? “ tanya Louis. “ tenang saja, nanti akan ku beritahu “ jawabnya sembari memasang senyum jahat di bibirnya. Irene duduk di sofa nya bersama Louis, setelah berlama-lama menceritakan kejadian antara Tn.Vincent dan Zacklee. Jika di lihat dari segi siapa yang berkuasa, Vincent Morgan masih jaub di bawah Zacklee. Karena berkat penemuan Canggih ayah Louis dan Irene, perusahaan yang di pegang dan dibina oleh Zacklee bisa lebih memuncak dan berkuasa hingga dijuluki sebagai perusahaan raksasa. kling Ponsel Louis berbunyi di sakunya, sebuah pesan singkat masuk ke ponselnya. Sontak membuat Irene dan Louis terkejut lalu kegirangan. Karena pesan itu berbunyi “MULAI BESOK KITA ADALAH REKAN, SEPERTI HALNYA AKU DAN MIHAW. INGATLAH PESAN DARIKU SOAL VINCENT” Pantas saja, Karena pesan itu memang dari Zacklee.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD