FLASHDISK BEJAD

1696 Words
Malam sudah semakin gelap, di temani dengan Bintang yang gemerlap. Bulan pun sudi memasang senyum cerahnya di langit malam yang indah. Namun, seseorang tampak kesal pada malam ini. Siapa lagi kalau bukan Zacklee yang datang dengan wajah datar tanpa mimik. Sedang keluarganya menunggunya di meja makan. Setelah Ny.Zoe memanggil Zacklee untuk memposisikan dirinya di kursi duduk meja makan, ia duduk dengan tampang dingin. Dan semuanya tampak senyap karena tiada seorangpun yang melontarkan kata-kata. Kemudian, dengan berani Ny.Zoe mulai mengucapkan sepatah kata untuk Zacklee. “ Sepertinya kau sedang kesal “ ucap Ny.Zoe. “ Tidak, aku tidak apa-apa “ jawabnya datar. “ Kau semakin hari semakin sibuk ya? “ Ujar Ny.Zoe lagi. “ Diamlah, jangan memancing ku lagi “ gerutu Zacklee. “ Aku hanya bertanya, siapa tau kau ingin meluangkan waktu untuk anakmu “ sindirnya. Setelah mendapat sindiran keras, Zacklee mengentikan sendok makannya yang hendak melayang ke arah mulutnya. “ Aku bilang berhenti memancing “ ketusnya kesal. Steve diam tanpa banyak bicara saat melihat orang tuanya sedang cekcok, Hingga ia membanting sendok dan garpunya ke piring makannya dan tubuhnya tergerak untuk meninggalkan meja makan. “ Kau mau kemana Steve? “ tanya ibunya yang hendak mencegahnya pergi. “ Aku ingin ke kamar, aku sudah kenyang “ jawab Steve datar. Steve melangkah kan kakinya untuk pergi ke kamar. Ia menutup pintu dengan keras. Ada kalanya seseorang merasa jenuh akan sesuatu, karena setiap orang memiliki titik lelah tersendiri. Bukankah itu manusiawi? Bahkan orang yang mengaku kuat sekalipun akan menjadi lemah karena sesuatu yang menghantam nya berkali-kali. Sama seperti Steve yang kuat, ia pun akan merasa lelah untuk semua yang di lakukan orang tuanya. Bukan sekali dua kali, tetapi bertahun-tahun lamanya ia tidak mendapat hak untuk menciptakan momen bahagia bersama keluarganya. *** Hari kini sudah semakin terang karena matahari telah naik sepenggalan. Seperti biasa aku bekerja paruh waktu, sedangkan adikku Louis kini sedang bersiap-siap untuk pergi ke kantor Zacklee. “ Aku akan pergi dulu “ Ujarnya padaku. “ Bekerjalah dengan baik “ jawabku. Louis pergi meninggalkan rumah, kini hanya tersisa aku sendiri. Namun, aku pun harus segera pergi ke kedai bubble tea hari ini. *** “ Halo adik “ sapa Vincent pada Zacklee yang sedang asik berkutat dengan dokumen di mejanya. Zacklee menatap tajam Vincent yang duduk di sofa ruangannya dengan santai bak pemilik pribadi perusahaan. “ kau sekarang sudah sukses ya “ lanjut Vincent memancing emosi Zacklee. Zacklee menhampiri Vincent dengan amarah yang berkobar, tanpa basa-basi Zacklee berkata kepada Vincent dengan dingin. “ Jika kau kesini untuk memancing amarahku, sebaiknya kau pergi karena aku tidak akan terpancing “ kata Zacklee tersenyum sinis. “ Dan satu lagi, jangan memanggilku dengan kata adik. Karena sampai sekarangpun sampah sepertimu takkan ku anggap saudara “ imbuhnya. Vincent menatap mata Zacklee kembali dengan lebih tajam, tangannya mulai tergerak ke arah saku jasnya dan mengeluarkan sebuah Flashdisk yang berisi satu Video. “ Kau lihat ini Zacklee, aku pikir aku tak tau cara kotormu untuk merebut perusahaan ini? “ ujarnya. Flashdisk itu dipasang di sebuah laptop dan Vincent mengarahkan kursor ke Video keji soal Zacklee yang membunuh ayahnya agar mendapat posisi di perusahaan ini. “ Aku berfikir ada yang janggal soal ayah yang meninggal dengan cara sadis. Semua orang panik, tapi tampangmu sama sekali biasa saja. Rupanya kau yang mencoba mencekik leher ayah dari belakang? “ Imbunya lagi. Zacklee panik saat kedok terbesarnya berada di Flashdisk yang berada di genggaman Vincent saat ini. Wajahnya menjadi pucat pasi dan tak ada selontarpun kata yang bisa di keluarkannya. “ Zacklee orang terpandang dan berhati mulia, tetapi itu semua hanya pandangan mata orang sekitar yang tak tau betapa busuknya hatimu sebenarnya. Bagiku kau yang lebih layak menggunakan julukan sampah daripada diriku sendiri “ ucap Vincent memperjelas perkataannya sembari menepuk d**a Zacklee dengan keras. Mata zacklee melotot, dan tangannya mulai di kepalkan. Otak kejinya memikirkan salah satu cara tentang bagaimana caranya menghapus bukti dan menghabisi kakaknya saat ini. Louis sudah tiba di lorong, tempat yang harus di lewati sebelum memasuki ruangan Zacklee. Dari kejauhan ia melihat Vincent morgan yang baru saja keluar dari ruangan Zacklee. Tetapi mata elangnya tak kalah terpesona dengan sesuatu yang digenggam erat oleh Vincent. Saat sesuatu itu hendak di masukkannya ke kantong nya, sesuatu itu jatuh hingga sepatu Louis menginjak Flashdisk itu dengan sengaja supaya Vincent tidak menyadari bahwa ia tengah menjatuhkan sesuatu. Vincent mulai menjauh dan tubuhnya sudah mulai tak terlihat lagi. Louis mengambil Flashdisk yang terjatuh itu dan menggenggamnya. “ Flashdisk apa ini? “ Tanya Louis pada dirinya sendiri Louis memasukkan flashdisk itu ke kantongnya dan pergi masuk ke ruangan Zacklee. Sudah tampak kesal rupanya wajah Zacklee pagi ini. “ Apa aku boleh masuk? “ Tanya Louis mengetuk pintu Zacklee mengizinkan Louis masuk dan menyuruh Louis duduk di sebelahnya. “ Kau...percepatlah aksimu menghabisi Vincent “ ketus Zacklee sembari mengatur kembali emosinya yang tak stabil. “ Jika kau sudah menyuruhku, baiklah aku akan lakukan “ jawab Louis. “ Tapi mengapa kau menjadi sekesal ini? “ Tanyanya lagi. “ Vincent, Dia benar-benar b******n” ujar Zacklee yang menggerutu. “ Dia tampak kesal hari ini, ada apa dengan orang ini? “ Gumam hati Louis yang tengah memandangi Zacklee yang hanyut dalam emosinya. Louis meninggalkan Zacklee sendirian di tengah emosinya yang memporak poranda. “ Kemana kau hendak pergi? “ Tanya Zacklee. “ Sudahlah, aku mau pergi. Redakan saja amarahku “ jawabnya singkat. Louis pergi dengan maksud ingin segera mengetahui apa yang sebenernya terjadi antara Zacklee dan Vincent morgan. Dan apa yang tersembunyi di dalam Flashdisk yang di pegang oleh Vincent. Ia segera mengayun-ayunkan tangannya untuk memberhentikan taksi yang berlalu lalang di jalan raya depan Perusahaan Zacklee. Setibanya di rumah, sesegera mungkin ia mengeluarkan Laptop usang yang dahulu pernah hendak di pakainya untuk bekerja, tapi sayang skillnya tak mencukupi untuk di terima kerja di sebuah kantor. Tangannya yang sudah tak lihai lagi dalam memainkan Laptop tetap semangat untuk mencari tahu apa isi di balik benda kecil itu. Alhasil, setelah berkutat dengan laptop usangnya ia menemukan Video yang terjadi antara Zacklee dan ayahnya. Alangkah terkejutnya Louis saat menonton Video yang berdurasi sekitar satu setengah menit tersebut, hingga matanya tak mampu berkedip lagi. “ Zacklee, pantas saja kau sekeji itu pada ayahku. Nyatanya kau bisa tega membunuh ayahmu sendiri “ Gumam Louis yang tak bisa menyangka. Sesegera mungkin ia menelpon Irene untuk memberitahu semua kejadian penting yang di dapatkannya hari ini. Namun, tak ada jawaban dari Irene. *** Aku sedang sibuk hari ini, pelanggan tampak semakin ramai memenuhi seisi kedai membuat badanku merasa sedikit pegal. Sampai aku pun tak menyadari bahwa Louis menelponku berkali-kali. Ada apa yaa? Berusahalah aku sebisa mungkin untuk menelpon adikku di tengah-tengah pekerjaanku yang semakin sibuk tak karuan. “ Halo, ada apa menelponku? “ Tanyaku. “ Aku ingin memberitahumu sesuatu, ini soal Zacklee. Tapi aku tak bisa menjelaskan ini lewat telpon “ jawabnya berbelit-belit. “ Yasudah kau beritahu aku malam ini saja “ ujarku memperpendek pembicaraan. “ Sebentar lagi ku kirimkan Videonya, sebentar ku pindah dulu Videonya “ kata Louis yang tampaknya tengah mengotak-atik sesuatu. Aku mengiyakan jawabannya, dan setelah Louis menutup panggilan teleponku. Ia mengirimi ku Video yang sukses membuatku ternganga. “ Babi ini benar-benar berani ya “ desis hati kecilku. Karena ini sangat penting melebihi Pekerjaanku, Demi aku dan Louis, demi ayah ibuku, dan demi dendamku. Aku melarikan diri dari Kedai untuk bergegas pulang. Aku berlari tanda ku sudah tak sabar menyusun rencana untuk mengekang dan menjadikan ini semua sebagai peluang. Dengan sorot mata tajam dan kaki yang gesit bagai harimau, ku berlari walau pun semua mata orang menyorotiku. Pintu rumah ku tendang dengan keras dan aku menghela napas berat yang sedari tadi ku tahan. Louis masih duduk di sofa dengan Laptop usangnya. “ Dimana kau dapat ini? “ Tanyaku sembari menahan napasku yang rasanya hampir habis. “ Aku menemukan ini saat hendak menuju ruangan Zacklee, ini milik Vincent morgan “ jawabnya menjelaskan Setelah ku periksa lagi Laptop dan Flashdisk dari Vincent. Namun ku rasa ada yang janggal. Apakah flashdisk ini memang di peruntukkan untuk menyimpan 1 video saja? Tapi ku lihat data penyimpanan yang berada di Flashdisk ini dengan mata elangku kembali. “ Penyimpanan perangkatnya telah di gunakan sebesar 15 mb, tapi resolusi video tentang Zacklee ini hanya 7 mb. Kemana perginya 8 mb ?“ Ujarku pada Louis. “ Hah? Kau benar. Atau jangan-jangan itu data dari dokumen lain? “ Tanya Louis. Aku terus mengotak-atik data-data yang berada di Flashdisk rahasia ini. Memang benar-benar ganjil. “ Tidak tidak, semua terhitung di data penyimpanan. 15mb ini termasuk Video bukan File lain. Artinya ada beberapa Video yang tersimpan. Tapi mengapa hanya ada 1 yang terlihat. “ Kataku meyakinkan diri. “ Artinya ada Video yang di sembunyikan “ jawab Louis Aku dan Louis saling menatap dan menganggukkan kepala masing-masing yang berarti bahwa kami berambisi untuk mencari tau Video apa yang di sembunyikan oleh Vincent ini. Dan... Setelah sekian lama tanganku berkutat dengan Laptop usang, walau ilmu ku menjadi seorang hacker sudah sangat minim tapi tak berarti itu menguras rasa ambisku. Di temukanlah File tersembunyi dari Flashdisk ini, tetapi sayang menggunakan Nomor pin lagi. “ Dasar b******n Vincent, susah sekali “ umpatku “ tenang Irene, Gunakan Ilmu hackermu dulu “ Imbuhnya menenangkanku. Aku menggjngit jariku sendiri, rasa muak pun datang menjalar ke sekujur tubuhku. Benar-benar menyusahkan, tapi.. Cklek Kunci pin akhirnya terbuka setelah aku mengotak-atik nomor pin yang tak ku ketahui sebelumnya. Rupanya pin ini bernomor 7777. “ Bodohnya aku, ini angka keberuntungan yang biasa di gunakan setiap orang “ gerutuku yang mulai kesal. Tak hanya Video pertama yang membuat kami menganga, bahkan Video rahasia ini lebih membuat kami berteriak. Hingga tak bisa kami menghentikan detak jantung kami yang hampir berhenti berdetak. Rasa emosi semakin membara, karena pasalnya Video ini berisi bagaimana seorang anak yang seharusnya berbakti pada orang tua dan mengasihani orang tuanya. tetapi mereka memilih jalan yang sesat seperti membunuh hanya demi harta dan dunia yang hakikatnya tak akan ada habisnya. Di sisi lain ada seseorang yang kebingungan mencari sesuatu. *** Vincent baru menyadari bahwa ada sesuatu yang menghilang dari sakunya. Ya, Flashdisk nya hilang. Tangannya menepuk-nepuk beberapa saku yang terpasang di jasnya. Namun hasilnya nihil, tak ada jejak sekali pun yang bisa berkata bahwa flashdisk nya masih ada. Wajahnya panik serasa kehilangan 2 miliar uang dari kantongnya. “ Ahh kemana benda itu? “ Tanyanya mencari-cari sesuatu
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD