Dua pasang mata saling bertatapan menandakan bahwa mereka tengah mendapatkan cara untuk memperlancar aksinya lagi. Tidak bisa mereka menyembunyikan sebuah rahasia seperti malam.
Ini kesempatan besar, bagaimana jika mereka mulai melibatkan Vincent Morgant untuk berada di lingkaran api mereka. Beruntungnya Louis menemukan benda kecil yang berharga untuknya.
Bak sebuah danau yang di selimuti oleh air yang tenang, tetapi seseorang mengetahui bahwa di dalam danau itu terdapat Buaya yang diam-diam singgah untuk mengelabui mangsa.
Jadi sekarang mereka telah paham alur mengenai Zacklee yang rupanya memiliki masa lalu kelam jauh dari apa yang mereka pikirkan. Ternyata ia lebih menikam dari apa yang dilihat dari Luar.
Tetapi apakah Vincent morgant demikian? Seperti pepatah yang mengatakan bak pinang di belah dua. Apakah pola pikir dan kepribadian mereka sama?
“ Jangan mengulur waktu, bergeraklah dengan cepat. Jika kau butuh beberapa pengawal kau bisa meminta itu “ Suruh Zacklee pada Louis yang tengah asik menyusun Strategi bersama kakaknya.
“ Ya “ jawabnya singkat.
Irene dengan cepat bergegas untuk menjalankan aksi nya malam ini. Tak usah banyak bicara, Waktu berjalan cepat. Walau Strategi masih tertulis di otaknya, Ia harus siap dengan Strategi itu. Mau tidak mau!
“ Aku akan membututi Vincent. Tetap dengan rencana kita “ Jelas Louis.
Irene mengangguk pelan tanda memahami, Tak lupa ia menyiapkan banyak hal untuk dibawa. Ini bukan pertempuran besar, tetapi yang di hadapi adalah Zacklee.
***
Waktu memang berjalan cukup cepat, tak terasa sudah setelah usai menyusun rencana, Louis Kini tengah berada di sebuah tempat yang diyakini sebagai tempat tinggal Vincent Morgant.
Ia mencoba membuka pintu dengan sekuat tenaga, dan akhirnya ia berhasil membawa Vincent setelah memukul kepala nya dengan pemukul bisbol. Beberapa orang suruhan Zacklee ikut mengangkut Vincent yang terbaring lemas di lantai setelah di pukul.
Bukan Zacklee namanya jika tak mengikut sertakan para pengawal-pengawal yang diyakini lihai dalam membunuh dan menyekap seseorang. Jadi kali ini, memang benar Louis bersama mereka sibuk menjalankan tugas dari Zacklee.
Di sisi lain, Irene mulai datang ke tempat Lokasi penyekapan Vincent yang telah di kirimkan Via sms oleh Louis. Louis pun cukup cekatan dalam menjalankan rencana. Vincent yang masih belum terbangun, dengan Sengaja Louis mengikat tangan nya dengan ikatan yang tak begitu erat.
Pintu yang tersedia di tempat penyekapan ada 2 buah, pintu belakang dengan pas ia buka kuncinya agar Irene lancar melewati pintu belakang tempat itu.
“ Kalian anak buah Zacklee? “ Teriak Vincent yang sudah siuman.
“ Katakan pada majikan kalian, jangan menjadi pecundang “ lanjutnya lagi
“ Komandan Louis, apakah kita tidak bisa langsung membunuhnya saja? “ Tanya salah satu ajudan Zacklee.
“ Kini aku sudah bersiap-siap “ jawabnya untuk mengulur waktu karena Irene tak kunjung datang.
Namun, ajudan yang lain tampak terburu-buru untuk segera menghabisi Vincent dengan menyandera lehernya. Tetapi secara tepat waktu, Irene datang dan segera mengarahkan Senapan ke arah beberapa ajudannya.
Beberapa Ajudan yang menunggu di pintu utama masuk, karena mendengar suara yang bergemuruh. Louis dengan sigap melayangkan kakinya ke beberapa kepala ajudan itu.
Sedang Irene, sesegera mungkin membawa Lari Vincent setelah Louis melemparkan kunci mobil bodyguard ke arah Irene. Berkesepuluh Ajudan Zacklee mati di tempat dan Louis mengalirkan darah yang keluar dari kepala bodyguard yang mati tertembak ke botol kecil untuk di bawa ke hadapan Zacklee sebagai bukti.
***
Irene dengan kasar mendorong Vincent masuk ke mobil untuk di bawa lari. Kakinya mulai menancap gas dan sesegera mungkin memberikan perawatan untuk Vincent yang sudah sedikit lemas.
“ Siapa kau? Mengapa menolongku? “ Tanya nya pada Irene
“ Aku menolong? Tidak aku tidak pernah menolong. Kau hanya beruntung “ jawab Irene dingin.
“ Tak usah banyak basa-basi. “ Cetus Vincent
Irene memiringkan bibirnya ke kanan.
“ Semua orang menyukai dan mencintai ibunya, tapi mungkin itu tidak berarti bagi manusia sepertimu Vincent. Setega itukah kau hingga menghabisi ibumu sendiri? “ Sindir Irene.
Vincent menendang tangan Irene hingga mobil yang mereka tumpangi berbelok dengan keras. Irene yang tak terima dengan perilaku Vincent, mulai membalas dengan menendang dan menyekik leher Vincent erat-erat.
“ Mengapa? Kau panik?! Lihat ini, aku bisa menyebar ini jika aku mau “ Sentak Irene dengan tatapan mata tajamnya sembari menunjukkan video yang berisi soal pembunuhan antara Vincent dan ibunya.
Mata Vincent terbelalak lebar saat ia mengetahui bahwa Irene mempunyai rekaman video mengenai dirinya. Otaknya bertanya-tanya mengapa orang sepertinya menyimpan video soal itu?
“ Jangan mencoba-coba menyakitiku, aku ingin mencoba menolong mu. Jadi duduklah dengan tenang tanpa menyentuhku lagi. Yaa aku bisa saja membungkam mulutmu. Tapi mungkin ini bukan waktunya “ kata Irene dengan dingin.
“ Aku tidak mau bermain-main denganmu gadis muda. Dan apa yang kau inginkan dari flashdisk itu? Kalau kau mau uang, aku akan memberikan berapapun. Bahkan melebihi harga dirimu “ Jawabnya Tegas
“ Terserah kau saja “
***
Zacklee menanti Louis di sebuah tempat untuk menunggu Laporan soal Vincent hari ini. Beberapa menit setelah menunggu, Mobil pengawal akhirnya tiba dan itu adalah Louis.
“ Mengapa lama sekali? “ Tanya Zacklee yang mencoba marah.
“ Jika kau ingin cepat, pergilah menangani Vincent sendiri “ gerutu Louis.
“. Yasudahlah, apa ada kendala? “ Tanya lagi Zacklee.
“ Ada, Semua pengawalmu mati. Karena rupanya Vincent tau bahwa kau akan menghabisinya. Para pengawalnya menyerang pengawalmu. Tapi aku bisa melawannya “ katanya.
“ Dasar b*****h itu, “ Umpat Zacklee dengan keras sembari menggingit bibirnya.
“ Jadi kau gagal? “ teriak Zacklee.
“ Gagal? Aku memang gagal menghabisinya tapi aku membawa Flashdisk ini. Kau ingat? “ Jawab Louis sambil mengangkat Flashdisk ke hadapan Zacklee.
Zacklee merampas Flashdisk yang berada di genggaman Louis. Bibirnya mulai terkekeh seolah-olah ia merasa puas dengan Louis karena ia berhasil mengambil Flashdisk itu kembali.
Tangannya mulai di letakkan di atas bahu Louis lalu di usapkannya. Dan ia menepuk pundak Louis berkali-kali sembari memberikan apresiasi kepada Louis.
“ Kali ini kau memang gagal menghabisi cecunguk itu. Tapi kau berhasil merampas ini. Kerja yang bagus “ Ujarnya pada Louis
“ Dasar babi, kau sangat naif Zacklee. Kau tidak tau saja, aku mempunyai semua salinannya “
“ Ya “ jawab Louis dengan memaksakan senyumannya.
***
Mobil karavan yang di tumpangi Irene akhirnya tiba di sebuah tempat. Tempat itu kosong, seperti tempat tinggal namun tak ada satu pun barang yang terpampang disana.
Hanya ada 2 bangku yang nampaknya sudah mulai rapuh tetapi Irene mendudukkan paksa Vincent di atas bangku itu. Sembari mengangkat kerah baju Vincent, ia pun juga tak lupa untuk mengikat kedua tangan Vincent dengan rantai besi agar Vincent tak lari.
Satu bangku juga di pindahkan depan, Hingga akhirnya Irene dan Vincent duduk saling berhadapan. Misi kali ini, adalah menjalin kerja sama bersama Vincent morgant.
Jika Vincent bersatu dengan Irene dan mereka menjadi kubu, Irene yakin ia akan menjadi lebih kuat dan dengan santai bisa menghabisi Zacklee pelan-pelan melalui Vincent dengan menyusut ekonominya.
Ingat, Vincent dan Zacklee bisa di perumpamakan sebagai dua tiang tinggi dan sama-sama kuatnya. Mereka orang penting dan terpengaruh. Bagaimana jika Irene menyebar Video mengenai Vincent itu akan menjatuhkan reputasi Vincent dan menumbuhkan skandal dimana-mana.
Boleh saja, Irene memeras Vincent. Tetapi ia fokus pada satu musuhnya yaitu Zacklee. Sebelum menyerangnya, persulit dulu perekenomian nya. Irene hanya ingin tau, sejauh apa Zacklee bisa bertahan walau di ambang kesusahan.
“ Dengarkan aku, kau pengusaha besar kan? Tapi kau masih di bawah Adikmu “ Kata Irene to the point.
“ Aku kau tak malu, menjadi seorang kakak. Tetapi status sosialmu lebih di bawah adikmu. Walau kaliam ama-sama pengusaha. Tapi kau tak bisa mendahului Adikmu Zacklee benar? “ Lanjutnya sambil menunjuk ke arah Vincent hingga membuatnya tertekan.
“ Apa yang kau bicarakan, siapa kau? Aku bersumpah aku akan menghabisimu jika kau terus menghinaku “ teriaknya
“ Menghabisi ya? Tapi aku lebih percaya kau akan mencari dan membutuhkanku “ jelas Irene mengarahkan kepalanya mendekat ke arah Vincent.
“ apa mau mu? “ Tanya Vincent menghela napas beratnya.
“ Cukup kau ikuti perintahku dan lakukan apa yang ku pinta. Jika kau tidak ingin membuat dunia tau bahwa kau sebenernya penjahat dan pembunuh cukup lakukan itu. Bagaimana? “ Jawab Irene memberikan pertimbangan.
“ Tidak, aku tidak akan tunduk dengan perintah siapapun. Kau fikir aku seekor anjing yang bisa mengikuti apa yang orang lain perintah. “ Ketusnya.
“ Jika kau memberi perumpaan, mungkin kau lebih bagi seekor anjing. Manusia mana yang tega menghabisi orang tua?! Kau bukan manusia Vincent, kau itu babi “ Ucap Irene dengan tajam.
“ Dengarkan aku Vincent Morgan, aku tidak pernah berbicara omong kosong. Jika kau ingin aku menghancurkan reputasimu. Besok, Besok kau lihat saja permainanku “ imbuhnya sambil mengeluarkan pisau tajam mendekat ke arah leher Vincent.
“ Habisi saja aku,” Teriak Vincent.
“ Tidak, daripada aku melihatmu mati dengan lancar. Aku lebih menyukaimu menderita “ kata Irene.
“ Lalu, jika aku tidak mendapatkan bonus apapun atas perintahmu aku tidak akan pernah melakukannya. “ Kata Vincent.
“ Kita disini bekerja sama untuk saling menguntungkan, kau menguntungkanku dan aku akan menguntungkanmu. Itu sebanding bukan? Tapi yasudahlah. “ Desis Irene
“ Benarkah? Kau bisa membuat Zacklee menyerahkan sahamnya padaku? “ Lanjut Vincent.
“ Jangankan saham, kau bisa mengambil semua miliknya. Tapi ingat Vincent, jika kau hanya bisa menuruti apa mauku. Kau tau? “ Jelas Irene.
“ Jika kau bisa memberi itu, Aku akan memihakmu “ ujarnya Sembari memberikan anggukan tanda setuju di susul dengan Irene.
“ Ngomong-ngomong siapa namamu? “ Tanya Vincent melanjutkan obrolan
Irene mengangkat kakinya ke atas paha dan mengambil sebatang rokok yang berada di dalam sakunya.
“ Irene “ jawabnya singkat sembari menyalakan korek api dan membakar ujung rokok itu.
Vincent morgan mengangguk pelan dan terus memerhatikan Sorot mata Irene yang tak terlihat seperti orang biasa.
“ Malam ini aku akan melepaskanmu, tapi ingat Vincent. Aku bisa membungkam dan menghancurkanmu dalam sekali langkah. Bukan hanya lewat video ini, bahkan aku bisa mengubahmu menjadi mayat jika aku mau. Ingat itu! “ Seru Irene panjang lebar dan di jawab dengan anggukan.
Mata Irene di rotasikan ke arah Vincent Morgan, tampaknya laki-laki bodoh itu lumayan bisa di pergunakan dan di manfaatkan. Di pikirannya hanya Harta dan tahta, bahkan ia tidak sempat berpikir keras untuk bekerja sama dengan orang seperti Irene.
Jika lebih di prediksi lebih mendalam, Vincent bisa saja melewati dan melampaui tahta adiknya Zacklee dengan kerja kerasnya, tetapi sayangnya dia sangat naif dan tak pernah mau berfikir.
Pantas saja, hanya dengan di iming-imingi Saham, ia langsung patuh dan mengangguk. Padahal, Irene saja belum yakin ia bisa membayar Vincent dengan Saham. Tetapi, ia harus hati-hati soal itu. Jangan sampai Irene terpedaya oleh Vincent karena kecerobohannya.
“ Mengapa kau menatapku, gadis muda? “ Ujarnya mengagetkan Lamunan Irene dengan suara menggelegar.