Rewrite—Break

1373 Words

Ara mengaduk susunya sejak tadi tanpa meminumnya. Alya yang melihat putrinya begitu murung hari ini tentu saja agak khawatir. Ia ingin bertanya, namun ia tahu Ara butuh waktu menenangkan diri. Putrinya sudah dewasa dan ia harus menerima jika permasalahan di dalam kehidupan putrinya akan semakin banyak. Jika ia ikut campur terus-menerus, itu hanya akan menghambat Ara untuk menjadi dewasa. Alya hanya mengusap kepala putrinya. Ia tersenyum hangat. “Setiap masalah pasti ada solusinya. Setiap luka pasti ada obatnya. Mama enggak tahu, kamu sedang ada di fase yang mana, tapi … jangan terlalu sedih. Kamu masih berdiri di titik awal kehidupanmu yang panjang,” kata Alya berusaha menenangkan putrinya. Ara mendongak menatap sang Mama yang tersenyum. Ia ikut tersenyum lalu mengangguk. Ia meneguk susus

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD