Ara duduk di sofa sambil terus memikirkan soal Sena. Tahukah kalian bahwa Ara sedikit curiga dengan tingkah Sena. Oke, mungkin kalian perlu penjelasan kenapa Ara merasakan hal itu. “Pertama, dia tahu lebih dulu soal nama Gama. Kedua, dia enggak kelihatan kaget sama sekali waktu Gama datang ke sekolah untuk pertama kalinya. Ketiga, Gama bahkan berteman sama Sena di i********:. Apa jangan-jangan sebelumnya mereka udah kenal? Atau… jangan-jangan Gama itu mantan Sena yang waktu itu diceritain?” Ara mengerjapkan mata beberapa kali. “Masa iya?” “Enggak mungkin, ah. Tapi bisa jadi, sih, bener gitu. Lagian, Sena belum pernah kasih tahu nama mantan pacarnya.” Ara menggaruk alisnya, bingung juga memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang ada di kepalanya itu. Entah kenapa ia merasa Sena memang ada

