〰〰〰〰〰 "Ma--ma!". Nevan langsung menoleh ke arah Maura yang tampak tercengang. Maura merasakan ada getaran aneh saat Nessa memanggilnya dengan sebutan Mama. Tapi sedetik kemudian senyumnya mengembang. Maura kembali mendekatkan tubuhnya ke arah Nessa. Mengusap lembut punggung tangannya. "Ini Tante Maura sayang. Mama kamu ada di luar!". Sahut Maura pelan. Mata Nessa mengedip pelan. "Mam--ma!". Panggil Nessa lagi. Airmatanya tiba-tiba menetes membuat Maura semakin khawatir. "Sssst. Kamu kenapa sayang? Apanya yang sakit? Apa perlu Tante panggilin Dokter?". Nessa tak merespon. Tubuhnya masih lemah. Ia hanya menatap wajah Maura penuh haru. Tangan Maura perlahan terulur mengusap kedua pelipis Nessa. Lalu pandangan mata Maura beralih ke arah Nevan yang berdiri di sebelahnya. "Panggilin Dokte

