〰〰〰〰〰 Alya berjalan pelan menyusuri koridor rumah sakit. Pikirannya melayang tentang percakapan keluarga Nevan. Bagaimana mungkin Nessa bukan anak kandung mereka? Langkah kaki Alya terhenti. Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa mereka meminta Mama melakukan tes DNA? Dan apa kata Tante Mela? Nessa bukan anak kandungnya? Apa jangan-jangan... Alya menggelengkan kepalanya beberapa kali dan kembali melanjutkan langkahnya. Tiba-tiba hpnya berdering. Alya merogohnya. Nama Maura terpampang di layar hpnya. Pasti saat ini Mama nyariin gue!. Gumamnya dalam hati. Alya mengabaikan panggilan itu dan kembali melanjutkan langkahnya. Ia berniat pulang ke rumahnya. Maura tampak menghela nafas panjang. Ia kembali memasukkan hpnya ke dalam tas jinjingnya. "Kamu kemana sih Al? Kok nggak angkat telpon dari

